“A gift for my lovely nephew”
Adalah bunyi kalimat yang tertulis di halaman pertama novel saya berjudul ELIANA : serial ke-4 anak-anak mamak, karangan Tere Liye. Eliana ditulis oleh Tere Liye, tahu? Yang mengarang “Moga Bunda Disayang Allah” dan beberapa novel anak lainnya. Dan tante saya namanya Eliana, sesuai dengan judul novelnya, makanya mungkin buku itu diberikan ke saya, bukan dalam rangka apa-apa tapi memang kayaknya tante saya mau ngasih ‘aja.
Novel ini mengambil tokoh utamanya seorang anak sulung sebuah keluarga sederhana di daerah pedalaman yang bernama Eliana. Ia tinggal bersama Mamak, Bapak, dan ketiga adiknya, Pukat, Burlian, Amelia.
Isinya mensuasanakan kehidupan sederhana keluarga dengan watak ingin tahu, kepolosan, dan kenakalan anak-anak yang dibalut oleh cerita tentang petualangan, proses pembelajaran, dan pemahaman yang baik atas kehidupan bermasyarakat.
Kisah dalam novel ini dimulai ketika suatu hari Eliana diajak Bapak ke Kota Provinsi untuk sekedar melihat bagaimana perawakan kota besar. Namun, sesungguhnya Syahdan, nama Bapak, serta beberapa tokoh desa akan melaksanakan negosiasi dengan Johan, pemilik perusahaan tambang pasir yang ingin mengambil alih lahan kampung yang menjadi sasaran lokasi penambangan.
Eliana yang sesungguhnya tak diundang dalam pertemuan, yang seharusnya menunggu di penginapan, bersikeras menyusul Bapak. Tak sengaja mendengar percakapan dalam ruangan negosiasi, Eliana yang tak menerima Bapaknya direndahkan oleh Johan menyebu masuk ruangan dan memaki pemilik perusahaan tersebut. Lantas, dimulailah kisah dalam novel ini.
Inti utama perjalanan cerita adalah bagaimana Eliana dan teman-temannya yang kemudian mendirikan geng “Empat Buntal” berusaha merebut kembali tanah kampung dari eksploitasi oleh perusahaan tambang pasir milik Johan. Ala anak kecil, pastinya.
Konflik yang dimunculkan bermacam-macam. Contohnya adalah “Empat Buntal” yang berusaha mengusik para pekerja tambang dengan menaruh paku-paku agar ban traktor kempes, sampai usaha membakar traktor menggunakan balon kecil berisi minyak tanah yang berakibat pada terbunuhnya Marhotap dalam pengejaran pekerja tambang. Marhotap adalah salah satu anggota Empat Buntal.
Di luar inti cerita, novel ini disuguhi oleh berbagai pembelajaran moral dalam berkehidupan. Misalnya, persahabatan yang diwujudkan oleh solidnya Empat Buntal, kasih sayang Mamak (ibu) ketika Eliana kabur dari rumah, semangat hidup meski dalam kesederhanaan yang disiratkan oleh Pak Bin, guru SD Eliana, serta banyak ajaran-ajaran lain yang tersirat hikmahnya.
.
Emosional. Begitu pendapat saya terhadap isinya.
Mungkin karena saya sudah bukan anak kecil lagi, sudah bosan dengan pelajaran Kewarganegaraan, maka berbagai pelajaran moral berkehidupan yang dituliskan dalam novel ini seperti menjadi hal yang lumrah. Namanya juga novel anak-anak.
Yang menarik adalah bagaimana Tere Liye berhasil menuturkan, atau menggugah lebih tepatnya, mengenai sudut pandang rakyat yang merasa kehilangan haknya karena tanahnya dieksploitasi sebuah perusahaan. Berlebihan, mungkin hehehe, kalau mas/jeng rasa. Tapi toh novel ini yang membuat saya lebih aware sedikit terhadap Baksil! Lagi-lagi lebay, hehehe.
Karena novel ini kasusnya hampir sama dengan Baksil. Tentang lahan yang tidak seharusnya dieksploitasi, dijadikan lahan komersil, karena apa? Mengganggu keseimbangan alam. Menguntungkan sepihak.
Novel ini saya baca tak berapa lama sebelum tanggal 12 Mei, di mana Baksil tiba-tiba kedatangan oknum yang mengaku ‘peduli Baksil’ tapi nyatanya malah menebang pohon kecil (pohon kecil tuh artinya masih muda umurnya, belum layak ditebang, guys) dan memasang petak-petak bambu di sana.
Emosional. Makanya saya sebut begitu :p
.
Di luar ke-emosional-an tersebut, sepertinya novel ini memang a-must-read, baik bagi anak-anak, orang tua, para pecinta alam, remaja-remaja nganggur yang kehilangan semangat hidup #lho, kakek-nenek yang mau mengenang sejarah kampungnya, guru SD.
Atau orang-orang yang terlalu berorientasi dengan oil & gas or mine, whatever lah supaya kalian-kalian tahu tuh kalau gaji hasil kerja di pertambangan bukan segalanya #eh jadi curhat tentang trend jurusan :p
Overall, silakan dibaca dan selamat menikmati penuturan jujur di dalamnya
![Eliana [cover]](http://sausanatika.files.wordpress.com/2011/06/eliana-cover.jpg?w=300&h=300)
