Sabtu Sakral, Wisuda ITB

Hari ini kalender tepat mencantumkan tanggal 16 Juli 2011. Sabtu. Jauh beratus kilometer dari tempat saya mengetik ini, teman-teman ITB yang lowong di Bandung sedang merayakan Sabtu Sakral mereka. WISUDA.

Wisuda ITB dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu April, Juli, dan Oktober setiap Sabtu. Tapi, sempat beberapa kali diadakan dua hari yaitu Jumat dan Sabtu karena jumlah wisudawan/wisudawati (sebutan untuk orang yang diwisuda) terlampau banyak.

Selain acara formal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), yang meliputi (setahu saya) sambutan dari ITB dan perwakilan wisudawan, pengambilan ijazah, pengumuman siswa berprestasi, dan foto bersama. Adapula acara formal dan nonformal yang diadakan oleh organisasi mahasiswa berbasiskan program studi masing-masing (ko-kurikuler) dan dikoordinasikan oleh organisasi mahasiswa pusat, KM-ITB. Kalau saya yang jurusannya Teknik Lingkungan ini, organisasi ko-kurikulernya namanya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL).

Acara ala Himpunan2 terdiri atas wisnight (formal) dan wisday (nonformal). Wisnight dilaksanakan pada malam hari (ya iyalah) dengan suasana formal karena turut mengundang keluarga wisudawan, sedangkan wisday merupakan rangkaian kegiatan setelah para wisudawan keluar dari Sabuga di hari Sabtu. Biasanya hanya terdiri atas arak-arakan, tapi ada juga yang setelahnya melaksanakan kegiatan lain atau tradisi Himpunan masing-masing, sesuai permintaan wisudawan/wati ketika masih menjadi calon wisudawan.

Kudu dandan cantik & senyum dong :)

Satu hal yang paling menjadi ciri khas wisuda di ITB yaitu arak-arakan. Karena, seluruh Himpunan pasti mempersiapkan performance sekaligus stamina lebih untuk keren-kerenan dalam menggiring wisudawan, dari Sabuga menuju Himpunan masing-masing.

Arak-arakan dilaksanakan sejak tahun jebot, saya juga tidak tahu. Nah, karena sudah lama sekali dilaksanakan, maka ada beberapa Himpunan yang mulai menghak-patenkan kebiasaan-kebiasaan tertentu dalam mengarak. Contoh, kalau di Himpunan saya ada istilahnya The Bamboos. Performance harus menggunakan konsep The Bamboos yaitu aksi menggunakan bambu-bambu. Ada juga Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) yang mengeluarkan jurus performance andalan berupa kendaraan bermotor sederhana (sorry mas/jeng nggak tau namanya, paling gagap soal motor-motoran nih). Ada Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) yang wisudawan/wisudawatinya suka hepi-hepi sendiri nyemprotin cairan-cairan ke temannya. Himpunan di bagian timur jauh yang selalu balas push-up antara pengarak dan yang diarak, dll.

Yang paling fenomenal PASTINYA adalah mahasiswa-mahasiswa dari SENI RUPA alias Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD). Wah ini performance paling ditunggu-tunggu, soalnya menggunakan properti yang besar, pelakon yang banyak, aransemen musik sendiri, drama, dan so pasti warna warni mencolok. Yang special juga adalah lokasinya. FSRD satu-satunya prodi yang mengambil tempat paling strategis di ITB yang kecil ini, yaitu di bundaran Indonesia Tenggelam/Intel.

Performnya HMTL biasanya pake BAMBU
Contoh lainnya, perform HMM pake mobil
Mau ngarak harus total!!! ngecat muka
wisudawan juga suka usil, gangguin yang ngarak
Masing semangat ‘aja

Sayangnya untuk wisday kali ini saya tidak bisa ikut karena sedang di rumah, menunggu kesembuhan tangan sekaligus menunggu jadwal operasi mulut senin depan. Ya, melalui sini saya ucapkan:

Selamat Jadi Pengangguran Sementara!!! Semoga nggak selamanya. Semoga Jadi Sarjana Yang Tulus Mengabdi, Turunkan Jumlah Orang Miskin Indonesia dan Doakan Saya Wisuda Tahun Depan. Amin.   

*foto-foto Wisuda Oktober 2010

LIBURAN MAU KE SINI POKOKNYA

Kalau mas/jeng ini lihat beberapa tulisan saya di bawah, pasti tahu saya punya keinginan berkunjung ke mana kalau punya uang nanti. Turki. Tapi terlepas dari punya uang cukup, paspor, waktu, teman, atau tetek bengek yang diperlukan untuk ke sana, sekarang saya mau cerita tentang tempat yang pasti lebih mungkin dikunjungi. Dekat kok. Masih di Pulau Jawa juga.

Keinginan ini berawal dari rekomendasi  (lagi-lagi orang keren Indonesia :) ) Pandji Pragiwaksono dalam tulisannya yang berjudul Nasional.Is.Me, yang mas/jeng bisa unduh di webnya dia www.pandji.com.

Sebuah tempat yang katanya dia, cuma bisa mas/jeng temukan di 2 lokasi di dunia. Apa tuh?

Jawabannya, Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang spektakuler, kalau kata Pandji.

Karena no picture=hoax, maka saya printscreen-kan deh novelnya Pandji.

Gimana? Kalau saya sih antusias sekali sukanya karena embel-embel “cuma ada 2 di dunia”.

Siapa sih yang nggak bangga sama hal ini. Masjid Agung Jawa Tengah ini kekayaan kita lho.

Mau ngapain di sana? Yang pasti saya HARUS TIDURAN DI LANTAINYA SAMBIL MENGHADAP ATAPNYA (ALIAS  LANGIT) LALU MENGHEMBUSKAN NAFAS DALAM-DALAM DENGAN MATA TERBUKA, sama seperti hal yang sering saya lakukan setiap masuk masjid manapun.

Itu tempat yang paling ingin saya kunjungi di Indonesia, urutan PERTAMAX untuk saat ini.

Terus, ini sebenarnya bukan urutan kedua. Karena saya sendiri nggak tahu urutan keduanya apa. Tapi kalau yang satu ini gara-gara saya nonton acara di TV. Apa itu?

BNS (Batu National Spectacular)

Jadi, BNS ini letaknya sekitar 30 km dari Kota Malang, tepatnya di Batu. Tidak, tidak. Bukan Buah Batu. Batu ini tempat yang banyak memproduksi buah apel (kok jayus ya?!)

Ada apa di sana?

Ini adalah sebuah tempat rekreasi dengan sejuta lampu (sebenarnya nggak sejuta juga sih, tapi maksudnya banyak, gitu). Dibukanya mulai pukul 15.00 sampai tengah malam.

Mungkin memang cuma pemandangan yang bisa didapatkan di sana. Buat mas/jeng, tidak mungkin sensasinya sepeti naik wahana ke Dufan atau ya minimal Jatim Park, atau naik gunung. Tapi kalau buat saya, tempat dengan pemandangan menarik justru lebih utama dibandingkan tempat yang menyajikan pengalaman seru dan menegangkan.

Karena saya sangat mengapresiasi alam dan objek yang indah, jadilah ini sepertinya tempat yang sangat cocok untuk saya datagi.

Kekurangannya cuma satu sih. Sepertinya BNS ini lebih cocok untuk tamu yang berpasangan deh alias sayanya jomblo. Secara malam berselimutkan lampion pasti menciptakan suasana yang romantis. Mohon koreksi ya bagi yang sudah ke sana.

Tapi hal itu nggak mengurungkan niat sedikitpun. Teman saya banyak dan SERU-SERU PARAH. Pasti RAME.

Jadi nggak sabar nih mau libur semester bulan Januari besok. Ada nggak ya yang mau temenin saya liburan ke sana? Dua kota ‘aja kok :D

Part 1 : Baleendah —> Cikapundung

17 April 2010, Sabtu Pagi

Hari itu adalah hari yang melelahkan bagi saya. Cuma mau cerita-cerita sih. Hari itu saya awali dengan beberes ransel ya walaupun sedikit barang bawaannya. Rencananya saya diajak Kak Mirna, Kadiv Comdev Departemen Pengmas HMTL ITB ikutan ke Baleendah buat survei2. HMTL rencananya juga, mau membuat semacam alat pengolahan air bersih untuk daerah Baleendah yang memang sedang hangat-hangatnya dibicarakan sebagai lokasi bencana [manusia] sejak 3 bulan terakhir.

Saya datang jam 8 pagi lewat sedikit di Gerbang Ganesha, ternyata di sana baru ada kakak2 : Mirna, Adhiet BW, dan Fatur. Yah baru segini, alamat telat berangkat ini sih…pikir saya dalam hati. Yah pokoknya sampai jam 9 pagi saya cuma duduk menunggu bersama beberapa orang lain, ada Dida dan kakak2 : Mirna, Adhiet BW, Seli, Mitha, Karinta, Ade. Fatur cao memang tidak ikut. Siapa yang ditunggu nih? Ternyata biangnya adalah kakak2 : Igoy dan Afne. Mereka ketiduran di himpunan, katanya sih jam 8 dikira jam setengah 8. Ya pantes telat. Okelah lanjut.

Mengingat sudah jam 9 lewat sedikit dan ketika saya mempertimbangkan kembali untuk ikut, akhirnya saya memutuskan pilihan tidak ikut ke Baleendah. Karena jam 1 siang saya sudah harus ada lagi di kampus, praktikum Mekanika Fluida di Sungai Cikapundung. Takutnya nggak sempat. Perjalanan ke Baleendah memakan waktu satu setengah jam lebih soalnya.  Belum lagi karena itu hari Sabtu, kemungkinan macet lebih besar.

Okelah saya ditinggal sendirian. Tapi tak berapa lama kemudian Kak Mirna menelepon, katanya saya disuruh ikut saja karena dijanjikannya habis dzuhur langsung pulang. Estimasi saya sampai ke kampus bisa jam setengah 2. Kebetulan banget Kak Andi selaku Kadept.Pengmas sekaligus PJ Modul praktikum saya siang itu memberi keringanan sampai jam 2 siang. Gila. Kak Andi Nepotisme nih. Hahaha untunglah, tapi nggak baik nih.

Saya naik mobil Kak Adhiet BW sama Igoy, Afne, dan Dida. Perjalanan berangkat memakan waktu satu setengah jam. Di Bojongsoang [kalau nggak salah], datanglah Kak Bokir membawa motornya, menyusul karena rumahnya memang di daerah sana. Kami lanjut sampai berhenti di Kantor Kecamatan Baleendah. Di sana bertemu dengan Pak-Siapa-Lupa-Yang-Pasti-Bukan-Pak-Camatnya.

Mari saya kasih sedikit informasi yang saya dapat dari papan data di kantor kecamatan tersebut. Pada tanggal 13 April, di kelurahan Andir dan Baleendah, air pasang dengan total 699 rumah terendam. Tanggal 15 April air pasang lagi dengan total 328 rumah terendam pada dua kelurahan tersebut. Baru dua hari berlalu sejak air surut kembali, saya berkunjung ke sana.

Beliau, Pak-Siapa-Lupa-Yang-Pasti-Bukan-Pak-Camatnya menceritakan kondisi bahwa di sana banjir bisa pasang dan surut sewaktu-waktu. Dan hingga saat ini pun, masih ada sekitar 300-an rumah di kelurahan Baleendah, yang terendam lumpur. Ya. Bukan air banjir tapi lumpur, tepatnya.

Sekedar informasi juga, di halaman kantor kecamatan tersebut terdapat sebuah alat pengolahan air bersih buatan Belanda, kata si Bapak. Alat itu didatangkan ke Indonesia sejak terjadinya tsunami Aceh, dioper ke-apa-lagi-ya-bencananya-saya-lupa, barulah pada bulan Maret 2010 kemarin dipindahkan ke Baleendah. Sumber airnya diambil dari kolam di samping kantor, diolah, dan hasilnya ditampung dalam sebuah bak superbesar untuk kemudian dapat dikeluarkan melalui keran pada bagian bawahnya untuk mengalirkan air.  Jujur saja sih ya, airnya masih sedikit kuning kalau yang saya lihat dengan mata sendiri.

Ini dia alat olahan air bersih Turun-Temurun-Bencana
Sumpah ini nggak pake efek foto apapun, kuning ‘kan kuning?

Lalu, kami serombongan pergi menuju daerah Cieunteung, daerah yang baru saya tahu menjadi daerah paling parah efeknya. Sayangnya sesayang-sayangnya, sepatu bot cuma ada 4 dan ternyata medan tidak sesuai dengan yang kami bayangkan. Lumpur masih terlalu dalam untuk ditapaki sandal/sepatu apalagi dengan mahasiswa-mahasiswa elit [ya ya ya saya akui ini] yang tidak biasa berkutat dengan lumpur. Bahkan tak jauh berapa meter ada 2 buah kano kecil. Tahu ‘kan ya maksudnya? Ya untuk alat transportasi. Dan pada akhirnya cuma kakak cowok2 : Adhiet BW, Igoy, Afne, dan Bokir yang masuk ke dalam Cieunteung untuk bertemu dengan Pak RW, menanyakan kondisi setempat.

Sekitar sejam menunggu, kami cewek2 menunggu sembari duduk di luar jendela sebuah rumah yang lembab dengan lantai penuh lumpur kering. Saya sempat foto pintunya. Ini dia, ternyata si lumpur pernah membuat sejarah bagi rumah ini dengan menempelkan endapan-endapannya hingga ketinggian lebih dari setengah daun pintu alias se-alis saya kira-kira. Itu baru endapan lumpur, belum air banjirnya lho. Cemana lah tingginya.

Sekitar jam 12 rombongan cowok2 datang. Yang dilakukan pertama adalah mengeluarkan air berlumpur dari dalam sepatu bot. Lalu berjalan kaki menuju SPBU setempat untuk mencuci kaki. Kak Adhiet BW menceritakan kondisi di dalam sana. Jadi, dalam mushola terdapat sebuah bak setinggi kira2 dada Kak Adhiet BW, yang berfungsi sebagai alat kelola air bersih. Alat itu dikhususkan ditempatkan di mushola untuk kemudahan akses rumah-rumah setempat mendapatkan air bersih jika banjir sedang pasang, tidak perlu ke kantor kecamatan.

Mekanismenya adalah air banjir diambil, dimasukkan ke dalam bak, lalu dibubuhi kaporit, PAC, dan-lupa-satu-macam-lagi, ya pokoknya begitu sampai endapannya jatuh dan air bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk air minum, ya pakai air itu tapi dimasak lagi.

Kak Adhiet BW menceritakan bahwa si Bapak di mushola sana bilang kalau yang paling sulit didapatkan adalah makanan. Ya mau bagaimana juga ya, dipikir2 memang kalau sedang pasang, warga mana bisa keluar rumah jauh-jauh untuk cari makanan? Akses mendapatkan air bersih kan bisa didapat di mushola, lha kalau makanan?

Dengan hasil survei tersebut dan bermodal dokumentasi, kami pun kembali menuju kampus. Rencananya, hasil survei ini akan dibawakan kepada Bu Ogi, salah satu dosen Teknik Lingkungan, untuk dibahas bersama.

Melelahkan. Pusing karena kepanasan. Semangat juga menurun sedikit karena tidak bisa masuk ke dalam gang. Ya yang penting dapat sedikit manfaat lah. Sedih sih melihat seorang bapak-bapak yang mengkayuh gerobak mau masuk ke dalam tapi memutuskan diri untuk keluar gang lagi hanya beberapa meter dari jarak saya berdiri, karena lumpurnya memang terlalu dalam, tidak bisa itu dimasuki gerobak.

Ada pula beberapa anak kecil baru pulang sekolah, melepaskan sepatunya dan mengangkat celananya, mulai menerobos lumpur. Tinggi mereka cuma sekitar seperut saya. Bayangkan, kalau setiap hari mereka harus bolak-balik seperti itu, berapa jumlah air bersih mereka habis dipakai hanya untuk cuci seragam?

Dengan kondisi badan yang menurun karena kelaparan dan kepanasan, akhirnya kami kembali ke kampus. Saya masih bersama Dida dan kakak2 cowok : Adhiet BW, Afne, Igoy. Bokir pulang pakai motor ke rumahnya. Walaupun mepet tapi saya sih santai-santai saja melihat jam. Pukul 1 lewat. Pasti telat praktikum sih ini, pikir saya.

SO GEBS-nya adalah mobil Kak Adhiet BW tiba-tiba MOGOK DI TENGAH JALAN di daerah Bojongsoang kalau nggak salah lihat papan-papan toko. Dengan perasaan nggak enak, saya memutuskan naik angkot demi mengejar praktikum yang sebenarnya sudah pasti telat. Benar-benar nggak enak meninggalkan kakak2 itu mengurusi mobil ya walaupun saya juga pasti gabut sih di sana. Dida juga. Malah ikut dia naik angkot sama saya, berhubung pasti gabut dan cewek sendiri nantinya.

Okelah akhirnya kami naik angkot dua kali menuju depan SMA 3 Bandung, lanjut angkot Kalapa-Dago. Dida terus ke Kanayakan [nggak praktikum shift Sabtu siang, dia] saya terus naik angkot Caheum-Ciroyom menuju jembatan Babakan Siliwangi, TKP [Tempat Kejadian Praktikum].

Dan waktu di jam tangan saya telah menunjukkan pukul 14.21

To Be Continued

A Girl’s Feeling is A Girl’s Thought

Senang ya ketika kita sedang sendiri dan duduk termenung, pasti banyak hal terlintas kembali dalam pikiran kita. Termasuk hal-hal kecil tapi indah meskipun sudah lewat. Salah satunya kenangan-kenangan mengenai diri sendiri. Kalau untuk saya, ini salah satunya.

Sekitar setahun yang lalu ketika seorang teman TPB saya yang sekarang di Sipil, Ratri :D tersenyum sembari mengungkapkan, mengenai cara berpikir saya yang menurut dia ‘sedikit’ berbeda dengan kawan-kawan lain seumuran. Hanya selintas memang tapi pernyataannya tertanam di benak saya lho.

Selanjutnya di awal Agustus 2009, seorang teman mengatakan bahwa dalam sepenglihatannya, saya adalah 1 dari 3 perempuan seumur yang tidak mengedepankan perasaan dalam pertimbangan dan menjalani hidup. FYI saja dua orang lain itu anak 2008 juga, Tyas AR ‘08 dan Amal EL ‘08. Si pengungkapnya ya sebut saja Kamil :D , nama sebenarnya. Boleh dibilang ini mendukung kata-kata Ratri tadi.

Kalau mau jujur saya merasa sedikit ada benarnya dengan kedua ungkapan tersebut. Sedikit sekali pula merasa setuju. Kenapa sedikit? Karena saya merasa sebenarnya bukan hal-hal besar kok yang saya pikirkan, melainkan hal-hal kecil berpengaruh yang mungkin teman-teman kurang sadari. Misalnya pernyataan ayo belajar buat ujian tapi pentingnya bukan berorientasi pada nilai yang seingat saya pernah saya kemukakan ke beberapa teman (efeknya saya dibilang terlalu santai kalau mau ujian) atau yang sangat sederhana saja, kenapa sih kita tidak coba menahan kantuk untuk mendengarkan hearing calon pemilihan ketua? Kamu datang itu yang mau didapat memenuhi kuorumnya atau mengenal calonnya?

Sebenarnya mengenai pandangan seperti yang dikatakan dua teman tadi, memang saya yang menginginkannya sendiri untuk bisa berpikir lebih jauh dan menyeluruh serta berpikir lebih ideal meskipun saya merasa saya bukan idealis. Dan tidak pantas disebut idealis, sepertinya.

Tapi untuk bisa mendapat pandangan seperti itu, dari dulu saya tidak merasa berusaha. Maksudnya, memang ketertarikan untuk lebih aware sudah muncul dari sananya. Bukan saya yang mengusahakan ada. Apakah ini bawaan keluarga? Saya sempat berpikir ini turunan dari ayah dan pengaruh saudara laki-laki tua saya. Atau apa? Tidak tahu ya. Tidak penting.

And Her New Community

Sedikit bercerita tentang komunitas baru saya. Apa yang terlintas di benak mas/jeng tentang jurusan Teknik Lingkungan? Identik dengan cewek-cewek? Pastinya.

Saya mau curhat sedikit.

Ada pengaruh jurusan yang besar di sini. Banyak tugas, banyak tuntutan. Jadilah kami (kami, karena saya pun merasa sudah terseret sedikit ke dalamnya) manusia-manusia laporan yang sering mengeluhkan kekurangan kertas reuse.

Selain itu, karena ini mayoritas cewek-cewek, teman perempuan saya bertambah di sini (yang ini jelas lah ya). Semakin banyak teman, semakin banyak cerita yang bisa saya dengar. Sayangnya, ceritanya seputar itu-itu saja. Perasaan dengan lawan jenis terutama. Ada banyak sisi positifnya, saya belajar menjadi lebih terbuka dan tidak memendam masalah sendirian seperti dulu-dulu. Kalau mau pamer, saya jadi merasa bisa lebih peka dan peduli dengan kawan-kawan. Tapi sangat tidak nyaman karena topik ini bisa menjadi sangat berpengaruh. Bahkan pada suatu waktu pernah membuat saya gelisah.

In places no one will find, all your feelings so deep inside

Banyak waktu melancong, banyak waktu beraktivitas, banyak waktu merenung jadi berkurang karenanya. Bukan maksudnya komunitas baru ini melunturkan pandangan saya, tapi aneh ketika sekarang bahkan saat saya menulis kata ini, saya merasa kalau ada perubahan yang terjadi. Ada lebih banyak perasaan, ada lebih banyak melankolis yang saya keluarkan dalam menjalani kehidupan. Tidak patut menyalahkan, malah harus bersyukur karenanya.

Ya walaupun sebenarnya toh perempuan memang sangat lazim berlaku seperti ini. Asalkan bisa dikendalikan, pasti efek positifnya besar. Tidak heran kan orang-orang sering menyatakan ada sosok wanita yang penyayang, perhatian, dan keibuan. Karena beliau-beliau itu dapat mengendalikan sekaligus melimpahkan perasaannya kepada orang lain. Siapa sih yang tidak kagum dengan sosok seperti itu? Padahal modalnya hanya perasaan lho.

Ya bagi saya inilah salah satu keistimewaan menjadi seorang perempuan. Mungkin itulah alasannya ada kata-kata “Behind A Great Man, There Was A Great Woman”

Wouldn’t be the perfect one

but learn to be a great woman

is a perfect way to thank of life

Ngapain Sih Dik Doank?

Kamu tahu? Sekitar pukul 10.00 pada tanggal 19 Februari 2010 ketika saya memasuki Aula Barat, saya sudah tahu akan menikmati sebuah momen yang cukup sayang kalau dilewatkan. Meskipun datang telat karena kuliah, setidaknya saya datang karena memang ada ketertarikan tersendiri melihat siapa yang omongannya akan saya dengarkan pagi itu.

Dik Doank, Kak Sano, Putri Pariwisata Indonesia, dan ada Manik-Laluna sebagai moderator. Moderator? Yap. Karena itu adalah salah satu acara talkshow GELAR PEDULI LINGKUNGAN 2010 bertemakan “Eco-lifestyle”. Overall, mungkin saya bisa katakan itu adalah salah satu talkshow paling oke di ITB yang pernah saya ikuti. Mungkin terdengar berlebihan tapi sumpah ini beneran.

Kalau lihat isinya, pastinya tulisan ini sudah out of date. Tapi justru dengan out of date-nya itu saya sekedar ingin mereview beberapa kalimat istimewa yang saya dapat selama 1 jam duduk dalam ruangan tersebut. Barangkali pada lupa. Ya meskipun sebagian besar hanya saya dapat dari Dik Doank yang SANGAT NIAT & WAH dalam penyampaiannya. Lagi-lagi, sekedar mereview buat kawan-kawan yang mungkin juga berhalangan hadir. Oke mulai saja ya.

Ada yang salah besar dalam dunia pendidikan kita

Dik Doank


Kalau anak-anak tahu keindahan, apa mereka akan buang sampah sembarangan?

Dik Doank


Kita tidak pernah berhasil kalau hidup tidak didasari pendidikan rasa yang diolah oleh seni

Dik Doank


Jangan sampai ITB hanya melahirkan orang-orang kalkulator

Dik Doank


Kita bukan bangsa pencipta kalau pendidikan kita terus seperti ini

Dik Doank


Yang paling penting dari musibah adalah hikmah

Dik Doank


Nikahilah penderitaan karena penderitaan itu adalah singgasana kebahagiaan

Dik Doank


Kalau bangsa kita sudah menang sepakbola, bangsa ini sudah beres

Dik Doank


Aku ingin masuk ITB, tapi tidak diterima.

Aku masuk IKJ, tapi inilah jalan hidupku.

Dik Doank


Orang yang mengatakan oang lain sombong adalah orang yang kurang wawasan

Dik Doank


Setiap kali kau dibicarakan orang lain, yakinlah kau telah berbuat kebajikan

Dik Doank


Habiskan air minummu di undangan

Manik-Laluna


Saya teh emang USA. Urang Sunda Asli

Manik-Laluna


Kita jangan memikirkan dunia, karena dunia sudah ada yang memikirkan.

Kita jangan memuliakan Allah, karena Dia sudah mulia.

Tapi mintalah karena kita butuh kemuliaan-Nya.

Dik Doank


Izinkan aku bernyanyi tidak di hadapanmu

(kemudian beliau membalikkan badan membelakangi penonton, dan melantunkan lagunya)

Dik Doank


CK : Oh iya. Barangkali ada kutipan yang kurang tepat, mohon dikoreksi ya. Terus kalau butuh pembicara, Dik Doank kayaknya memang orang yang top recommended.

F.R.I.E.N.D.S

I don’t have the one whom special, but I have a thousand whom AMAZING. Thanks a lot, friends

Bhupalaka, foto sehabis pertemuan osjur yang paling meluapkan emosi.
Peristiwa yang bikin Briantono mencetuskan status paling SENSASIONAL via Facebook di awal tahun 2010.


FTSL 3 pas lagi perpisahan kelas, di mana entah, lupa.
Lihat deh langitnya indah banget, seindah pertemanan kami.


Kelompok 127. Malam terakhir PROKM di Saraga.
Cikal bakal lahirnya genggong The Kicuaps, Bimo FITB 09 tuh pencetusnya.

Foto-foto lain menyusul, kapan2 deh...

GPL 2010

GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN 2010

Merupakan sebuah rangkaian acara dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Suatu ajang dimana kita dapat menunjukkan dan merealisasikan kepedulian kita terhadap lingkungan

GPL terdiri dari berbagai bentuk acara:

1. ECOSCHOOL VI

Edukasi berbasis lingkungan kepada generasi muda. Ecoschool memberikan bimbingan kepada siswa SMP berupa materi-materi serta simulasi berbasiskan lingkungan oleh para mentor dari HMTL ITB yang sudah ditraining untuk melakukan pendidikan lingkungan. Ecoschool kali ini berjalan di SMPN 44 Bandung.

2. BAKTI KAMPUS

Terdiri dari 3 sub acara, yaitu: roadshow himpunan, roadshow kantin, dan roadshow unit. Bakti kampus sendiri bertujuan untuk membangun kampus ITB menjadi kampus yang berbasis ecocampus. Definisi ecocampus ini sendiri adalah kampus berwawasan lingkungan yang mampu menjalankan 3R dalam pergerakannya. Untuk bakti kampus ini sendiri, lebih memfokuskan diri dalam proses reduce penggunaan plastik. Oleh karena itu, bakti kampus GPL mengambil motto “ITB ECOCAMPUS : BE PLASTICLESS

3. LOMBA MEDIA

Ajang perlombaan media yang ditujukan oleh seluruh kalangan masyarakat yang peduli dan bertemakan sanitasi dan lingkungan. Media yang dapat digunakan adalah berupa foto, artikel, poster dan video.
Skala Lomba: Jawa barat dan DKI Jakarta

LOMBA POSTER

Tema Lomba: “Potret Sanitasi di Kota Bandung”

Syarat Peserta:
Terbuka untuk Umum, yaitu siswa/siswi SMP se-Kota Bandung (kecuali anggota Panitia dan keluarga).
Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (Kartu Keluarga/ Kartu Pelajar).
Persyaratan Lomba:
1. Peserta SMP yang terdaftar di SMP dalam lingkup Bandung disertai surat keterangan dari sekolah.
2. Mengisi formulir yang disediakan
3. Karya harus sesuai dengan tema “Potret Sanitasi di Kota Bandung”
4. Karya Dalam bentuk hard copy ukuran A3 dan merupakan gambar tangan
5. Karya tidak mengandung isu SARA (Suku, Ras, dan Agama)
6. Karya bukan merupakan hasil karya orang lain dan tidak pernah ditampilkan/dikirimkan ke pihak lain sebelumnya
7. Belum pernah dipublikasikan dan diikusertakan dalam lomba poster sejenis
8. Panitia GPL dan HMTL-ITB memiliki hak penuh untuk menggunakan semua karya yang diterima untuk media pendidikan dan/atau kampanye lingkungan di masa mendatang (hak cipta tetap pada pembuat).
9. Panitia tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari terdapat gugatan oleh pihak ketiga dari karya yang dikirimkan peserta.
10. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian :
1. Originalitas
2. Kesesuaian tema
3. Ketersampaian pesan lingkungan (komunikatif)

Hadiah :
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 200.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 150.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 100.000 + piagam penghargaan

LOMBA VIDEO

Tema Lomba: “Potret Sanitasi di Jabar dan DKI Jakarta”

Syarat Peserta:
Terbuka untuk Umum (kecuali anggota Panitia dan keluarga).
Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (KTP/SIM/Paspor).

Persyaratan Lomba:
1. Peserta adalah siswa SMA dan umum
2. Peserta adalah tim yang terdiri dari 5 (lima) orang atau kurang
3. Peserta adalah pemegang hak cipta atas video yang diikutsertakan dalam lomba
4. Berdurasi 20 detik-5 menit (termasuk credit title)
5. Kategori karya adalah video pendek dengan format iklan, kampanye, dokumenter, animasi, video seni, yang sesuai dengan tema(implisit/eksplisit)
6. Film dikirim dalam bentuk DVD / MiniDV PAL beserta:
o Formulir yang telah diisi lengkap
o Foto copy data diri(KTP/KTM/Katu Pelajar)
o Sampul film (print out & file data *.jpeg ukuran cover dvd)
7. Peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari 1 (satu) video dengan memenuhi persyaratan masing-masing.
8. Apabila bahasa asli dari film bukan Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris, maka film wajib diberi subtitle dalam Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris.
9. Film yang dikirimkan berhak disiarkan atau ditayangkan oleh panitia untuk keperluan media pendidikan dan/atau kampanye lingkungan.
10. Peserta yang sudah mendaftar dan mengirimkan filmnya berarti bersedia apabila materi dan potongan film digunakan oleh panitia untuk keperluan promosi dan bumper acara.
11. Video belum pernah memenangkan lomba lain dan bukan profil industri/perusahaan, iklan televisi, iklan layanan masyarakat, dan video musik.
12. Video tidak mengandung isu SARA (Suku, Ras, dan Agama)
13. Penggunaan materi film yang berasal dari karya pihak lain (seperti: musik latar dan/atau potongan gambar/footage) harus disertai izin khusus dari pihak yang terkait.
14. Media pembuatan(hardware/software) dan media peralatan yang dipakai bebas sesuai kreasi partisipan.

15. Calling entry dibuka pada tanggal 1 Oktober 2009 dan ditutup pada tanggal18 Oktober 2009
16. Kemas berkas pendaftaran Anda, yang terdiri dari formulir pendaftaran, dan semua kelengkapan wajib, dalam satu amplop tertutup. Jangan lupa tulis alamat pengirim maupun penerima dengan jelas.
17. Kirim pendaftaran Anda ke Sekretariat HMTL ITB Jl. Ganesa No. 10 Bandung melalui pos, agen pengiriman, maupun diantar langsung sebelum tanggal 21 Desember 2009
18. Periksa situs web htm l.tl.itb.ac.id untuk melihat apakah pendaftaran Anda sudah diterima atau belum. (ada ga?)
19. Hasil penjurian akan diumumkan pada tanggal 1 Januari 2010.
20. Video yang terpilih sebagai pemenang dipamerkan pada acara puncak Gelar Peduli Lingkungan HMTL ITB pada tanggal Februari 2010.
21. Panitia GPL dan HMTL-ITB memiliki hak penuh untuk menggunakan semua karya yang diterima untuk media pendidikan dan/atau kampanye lingkungan di masa mendatang (hak cipta tetap pada pembuat).
22. Panitia tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari terdapat gugatan oleh pihak ketiga dari karya yang dikirimkan peserta.
23. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.Kriteria Penilaian :
1. Originalitas
2. Kesesuaian tema
3. Ketersampaian pesan lingkungan (komunikatif)

Hadiah :
Kategori SMA
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 500.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 400.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 300.000 + piagam penghargaan

Katergori Umum
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 750.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 500.000 + piagam penghargaan

LOMBA ARTIKEL
Tema Lomba: “Potret Sanitasi di Jabar dan DKI Jakarta”Syarat Peserta:
Terbuka untuk Umum (kecuali anggota Panitia dan keluarga).
Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (KTP/SIM/Paspor)

Persyaratan Lomba:
1. Peserta adalah siswa SMA dan umum
2. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dilombakan di media lain
3. Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, diketik dengan font Arial, Size 12, dan Paragraf 1.5 spasi, disertai judul artikel.
4. Artikel dapat dilengkapi dengan foto berwarna
5. Baik artikel maupun foto merupakan murni hasil karya peserta. Tidak diperkenankan menjiplak atau mengambil foto orang lain yang melanggar hak cipta.
6. Artikel dan foto harus berisi informasi yang sesuai dengan tema lomba.
7. Artikel tidak mengandung isu SARA (Suku, Ras, dan Agama)
8. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu artikel.
9. paling lambat tanggal 21 Desember 2009.
10. Artikel sudah harus diterima Panitia sebelum tanggal 21 Desember 2009 dapat dikirimkan langsung ke Sekretariat HMTL ITB Jl. Ganesa No. 10 Bandung melalui pos, agen pengiriman, maupun diantar langsung.
11. Artikel yang terpilih sebagai pemenang akan dipamerkan pada acara puncak Gelar Peduli Lingkungan HMTL ITB pada tanggal Februari 2010.
12. Panitia GPL dan HMTL-ITB memiliki hak penuh untuk menggunakan semua karya yang diterima untuk media pendidikan dan/atau kampanye lingkungan di masa mendatang (hak cipta tetap pada pembuat).
13. Panitia tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari terdapat gugatan oleh pihak ketiga dari karya yang dikirimkan peserta.
14. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian :
1. Kesesuaian dengan tema lomba
2. Keaslian dan keunikan gagasan tulisan
2. Tata bahasa dan penggunaan ejaan yang benar dan baik
3. Kuantitas penulisan sesuai tema
4. Isi/materi yang disajikan

Kategori SMA
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 300.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 250.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 200.000 + piagam penghargaan

Katergori Umum
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 500.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 400.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 300.000 + piagam penghargaan

LOMBA FOTO
Tema Lomba: “Potret Sanitasi di Jabar dan DKI Jakarta”Syarat Peserta:
Terbuka untuk Umum (kecuali anggota Panitia dan keluarga).
Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (KTP/SIM/Paspor)

Persyaratan Lomba:
1. Terbuka untuk pelajar SMA dan umum, kecuali anggota Panitia Lomba dan Dewan Juri Lomba beserta keluarganya. Peserta tidak dipungut biaya
2. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 ( lima ) karya foto dengan judul bebas, sesuai tema, ukuran 10 R.
3. Dibelakang foto dicantumkan keterangan foto (judul foto, lokasi dan tahun pemotretan), beserta identitas fotografer (nama, profesi, alamat, nomor telepon/handphone dan email).
4. Karya Lomba harus merupakan karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan ataupun diikutsertakan pada lomba sebelumnya. Untuk calon pemenang akan dikonfirmasi keaslian karyanya dengan menunjukkan file digital asli atau negative film.
5. Karya foto dibuat secara manual/digital dan bukan merupakan rekayasa computer. Bila melanggar, akan didiskualifikasi
6. Olah digital hanya diperbolehkan pada proses croping, brightness, contrass & mode color.
7. Karya foto tidak mengandung isu SARA (Suku, Ras, dan Agama)
8. Karya Lomba dimasukan ke dalam amplop dengan tulisan LOMBA FOTO disudut kiri atas amplop dan dikirim via pos atau diantar langsung ke Panitia Lomba Foto dengan alamat: Sekretariat HMTL ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132.
9. Foto sudah harus diterima Panitia sebelum tanggal 21 Desember 2009 dapat dikirimkan langsung ke Sekretariat HMTL ITB Jl. Ganesa No. 10 Bandung melalui pos, agen pengiriman, maupun diantar langsung.
10. Panitia penyelenggara dan dewan juri tidak melayani surat-menyurat dalam kaitan dengan lomba ini.
11. Panitia GPL dan HMTL ITB berhak menggunakan semua hasil foto yang diikutsertakan dalam lomba ini untuk media pendidikan dan/atau kampanye lingkungan di masa mendatang (hak cipta tetap pada pembuat)
12. Panitia tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari terdapat gugatan oleh pihak ketiga dari karya yang dikirimkan peserta.
13. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian :
1. Originalitas
2. Kesesuaian tema
3. Ketersampaian pesan lingkungan (komunikatif)

Hadiah:
Kategori SMA
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 500.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 400.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 300.000 + piagam penghargaan

Katergori Umum
Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 + piagam penghargaan
Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp. 7500.000 + piagam penghargaan
Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp. 500.000 + piagam penghargaan

4. HMTL masuk RT

Acara yang berkolaborasi dengan Greeneration Indonesia (GI).
Masuk RT sendiri merupakan singkatan dari Manajemen Sampah untuk Kawasan Rumah Tangga yang bertujuan untuk mendampingi dan memberdayakan masyarakat dalam menerapkan 5 aspek manajemen persampahan tepat guna (Peraturan, Kelembagaan, Pembiayaan, Teknologi/Menajemen dan Peran serta masyarakat) dalam skala RT atau maksimum RW.
HMTL sendiri akan terfokus untuk membantu pada tahapan penerapan teknologi dan manajemen sekaligus mengaplikasikan ilmu Teknik Lingkungan.

5. ACARA AKHIR GPL

Kampus ITB pada tanggal 7 dan 18-19 februari 2010
Konten acara :

1. Pameran & Stand

diselenggarakan di aula barat selama 2 hari (18-19 Februari 2010).
Pameran berupa:
- Hasil karya-karya lomba foto & video mengenai “Potret Sanitasi di Jabar dan DKI Jakarta”
- Hasil karya-karya kegiatan yang dilaksanakan pada saat ECOSCHOOL 6, Bakti kampus ITB, dan HMTL Masuk RT.
- Hasil karya-karya dari kegiatan lomba artikel.
- Pameran berupa produk-produk ramah lingkungan (eco-label, 3R product, dll).
- Pameran lainnya (tentative bisa menghubungi panitia bila ingin karyanya dipamerkan)
Pengisi Stand:
- Pihak yang bekerja sama dengan HMTL.
- Stand juga diberikan kepada sponsor.
- Pihak pemerintah ataupun NGO yang bergerak di bidang lingkungan

2. Seminar Nasional

Seminar umum dengan skala nasional yang akan membahas isu-isu terkait lingkungan. tema yang diangkat tentang “Tantangan Indonesia dalam pemenuhan targe MDG’s di bidang lingkungan” (dalam konfirmasi).
Pembicara :
1. Pemerintah (KLH/BPLHD/DPR dll)* msh konfirmasi
2. Akademisi (pihak ITB ~ dosen/rektor)
3. LSM (lembaga swadaya masyarakat yang concern permasalahan lingkungan)
4. Mahasiswa

Sasaran : Masyarakat Umum, Mahasiswa, institusi-institusi terkait, dll.

3. ITB Eco-Campus

Terbagi ke dua rangkaian acara:
1.Talkshow Eco-Campus
Tema “strategi dan tantangan menuju ITB EcoCampus”
Sasaran : mahasiswa ITB, lembaga-lemabaga yang ada di civitas akademika ITB
Dilaksanakan pada tanggal 7 februari 2010 dengan menjadi salah satu acara di event puncak ITB Fair 2010.
2.Pencanangan menuju ITB Eco-Campus
Pencanangan menuju ITB Eco-Campus, dengan melibatkan seluruh lembaga akademis dan kemahasiswaan yang ada di ITB.

4. Talkshow Eco-Lifestyle

Talkshow mengenai gaya hidup yang berwawasan lingkungan. Diharapkan menjadi trendsetter bagi masyarakat akan pentingnya merubah gaya hidup yang lebih peka dan peduli dengan lingkungan sekitar. Sasarannya : Mahasiswa ITB.

5. Workshop Media Film Dokumenter “Bicara Lingkungan Dalam Format Digital”

6. Closing Ceremony Ecoschool 6

7. Acara musik

Acara hiburan dan musik berupa penyelenggaraan seni dengan menyisipkan kampanye-kampanye dari sasaran yang ingin dicapai oleh ‘Gelar Peduli Lingkungan 2010′.
.

.

.

Mengaku masih peduli dengan lingkungan? Kalau begitu, ayo tunjukkan partisipasimu di acara ini.

Arti Namaku, Teratai

Saya mau berbagi cerita sedikit nih dengan mas/jeng tentang arti nama saya. Sausan Atika Maesara. Nama ini merupakan pemberian kakek (ayah dari ibu) yang sudah almarhum sejak saya masih kecil sekali. Katanya sih artinya Teratai Pembawa Kebahagiaan. Diambil dari bahasa arab.

Saya tidak tahu atas dasar apa kakek memberi nama saya ‘teratai’. Ya kenapa bukan mawar, melati atau bougenville atau anggrek atau bahkan bunga bangkai? (waduh yang ini nih nggak enak banget dengernya).
Barusan banget deh keinget soal nama ini. Akhirnya iseng googling dan ini yang saya dapat. Bikin saya nggak nyesel deh dikasih nama teratai. Ya walaupun saya tetap nggak tahu alasan kakek memberi nama teratai tapi setidaknya arti dan filosofinya bagus. Nah ini dia sedikit hasil googlingnya. Sedikit ‘aja ya, kalau banyak-banyak nanti malas juga bacanya.

TERATAI

Sebagai tanaman air yang POPULER di berbagai belahan dunia, teratai memiliki keistimewaan yakni menjadi tanaman yang banyak menyuntikkan INSPIRASI pada kaum penyair maupun penggubah lagu. Selebihnya, berbagai bangsa di muka bumi menempatkan tumbuhan air ini dalam posisi SARAT NILAI.
Banyak kisah mengenai bunga ini. Dalam astrologi, masyarakat Mesir Kuno menggunakan bentuk teratai sebagai simbol matahari terbit. Dalam ajaran Buddha menegaskan bahwa proses mekarnya bunga teratai merupakan lambang pencapaian KESEMPURNAAN menuju nirvana. Dalam Hindu, teratai merupakan perlambang KEMURNIAN. Selebihnya, bunga teratai kerap dijadikan simbol kecantikan fisik wanita. Beberapa perguruan tinggi terkemuka di tanah air juga menggunakan bunga teratai sebagai logo lembaga pendidikannya.

Dari kehidupan teratai yang dapat ditarik banyak pelajaran. Apabila air pasang, teratai naik. Bila air surut teratai pun turun. Daun teratai yang senantiasa mengapung rata di permukaan air tak pernah kotor sekalipun hidup di air keruh. Bunga yang muncul dari dalam air itu tetap bersih, segar dan indah. Akar yang kait-mengait dalam dasar kolam membuat teratai tidak gampang meninggalkan hidupnya. Semua itu melambangkan sikap KEMATANGAN dan KEMAPANAN, dan KEJUANGAN serta sikap CINTA TANAH AIR yang telah menghidupinya.

Teratai merah/lotus (salah satu jenis teratai) melambangkan KESUCIAN. Teratai merah membangun kehidupan harmoni dengan lingkungannya tanpa mengorbankan jati dirinya. Ia tetap bersih sekalipun air di sekelilingnya kotor. Keindahannya terjangkau oleh siapapun dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi.

Teratai memang bukan bunga yang harum semerbak, tetapi keberadaannya mampu membuat orang menoleh dan memperhatikannya. Tak peduli dia hidup di kolam gedung megah atau di kubangan lumpur belantara. Teratai merupakan bunga yang tak pernah mati saat kemarau melingkupi bumi, dia tetap hidup dalam umbinya, terpuruk dalam tanah kering kerontang. Tetapi begitu hujan datang, kuncup bunga akan segera mekar ditengah hijau dedaunan. Jadi, bunga teratai mampu memiliki PRINSIP HIDUP, mampu menghadapi TANTANGAN atas apa yang ada disekitarnya. Air boleh tercemar polusi, tapi teratai mampu mengatasinya karena ia akan tetap hidup.

.

Well, sebenarnya lumayan banyak terusannya, tapi di-stop sampai di sini ‘aja deh. Filosofinya emang pas banget sih sama saya (APAKAH???). Ya pokoknya selamat deh sudah membaca. Ada bagusnya coba mas/jeng cari arti eh bukan, cari filosofi dari nama sendiri. Sensasinya terasa deh apalagi kalau hujan-hujan gini *nggak nyambung lah
.
.
.
23.28 menulis di kosan sambil meringkuk dalam selimut, kedinginan

Yang Mana Sifatmu?

Ayo pada mau tau sifat masing2 nggak? Nih dapet info dari web paling rame sebangsa setanah air : KASKUS.

Sifat Berdasarkan Bulan Kelahiran

JANUARI

> >> – Sangat mudah melihat kelemahan orang lain dan suka mengkritik.
> >> – Rajin dan setiap yang dibuat selalu menghasilkan keuntungan.
> >> – Suka berbenah atau bersih-bersih dan hal-hal yang serba teratur.
> >> – Bersifat sensitif, berfikiran mendalam.
> >> – Pandai mengambil hati orang lain.
> >> – Mudah mendisiplinkan diri sendiri.
> >> – Bersikap romantik tetapi tidak pandai memamerkannya
> >> – Cukup sayang pada anak-anak.
> >> – Suka berdiam di rumah.
> >> – Setia pada segala-galanya.
> >> – Perlu belajar untuk hidup bersosialisasi.
> >> – Mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi.

FEBRUARI

> >> – Berpikiran abstrak.
> >> – Inteligent, bijak dan jenius.
> >> – Memiliki kepribadian yang mudah berubah.
> >> – Mudah menawan hati orang lain.
> >> – Agak pendiam, pemalu dan rendah diri.
> >> – Jujur dan setia pada segalanya.
> >> – Keras hati untuk mencapai tujuan.
> >> – Tidak suka dikekang.
> >> – Mudah memamerkan dan memperlihatkan amarahnya.
> >> – Suka berkawan tapi kurang memamerkannya.
> >> – Sangat berani dan suka memberontak.
> >> – Bercita-cita tinggi dan suka berangan-angan
> >> – Optimis untuk merealisasikan impiannya.
> >> – Suka hiburan dan suka akan benda yang bersifat seni.
> >> – Berkecenderungan pada benda yang tahyul.
> >> – Harus belajar untuk memamerkan emosi.

MARET

> >> – Berkepribadian yang menarik dan menawan.
> >> – Sangat pemalu dan pemendam rasa.
> >> – Sangat baik, jujur, pemurah dan mudah simpati.
> >> – Suka pada kedamaian.
> >> – Sangat peka kepada orang lain.
> >> – Tidak cepat marah dan sangat baik hati.
> >> – Tahu membalas dan mengenang budi orang.
> >> – Pemerhatian dan penilaian yang sangat tajam.
> >> – Kecenderungan untuk mendendam jika tidak dikontrol.
> >> – Suka berangan-angan.
> >> – Suka melancong.
> >> – Sangat manja dan suka diberi perhatian yang sangat tinggi.
> >> – Suka dengan hiasan rumah tangga.
> >> – Punya bakat seni dalam bidang musik.
> >> – Kecenderungan kepada benda yang istimewa dan bagus.
> >> – Terlalu moody.

APRIL

> >> – Sangat aktif dan dinamik.
> >> – Cepat bertindak buat keputusan tetapi cepat menyesal.
> >> – Sangat menarik dan pandai memanjakan diri.
> >> – Punya daya mental yang sangat kuat.
> >> – Suka diberi perhatian.
> >> – Diplomatik (pandai membujuk, berkawan & menyelesaikan masalah).
> >> – Sangat berani dan tidak ada perasaan takut.
> >> – Suka petualangan, pengasih, penyayang, sopan santun dan pemurah.
> >> – Kecenderungan bersifat dendam.
> >> – Kuat daya ingatan.
> >> – Gerak hati yang sangat kuat.
> >> – Pandai mendorong diri sendiri dan memotivasikan orang lain.
> >> – Sangat cemburu dan terlalu cemburu.

MEI

> >> – Kuat semangat dan bermotivasi tinggi.
> >> – Pemikiran yang tajam.
> >> – Mudah marah apabila tidak dikontrol.
> >> – Pandai menarik hati orang lain dan menarik perhatian.
> >> – Perasaan yang amat mendalam.
> >> – Cantik dari segi mental dan fisik.
> >> – Tetap pendirian tetapi mudah dipengaruhi oleh orang lain.
> >> – Mudah dibujuk.
> >> – Bersikap sistematik (otak kiri).
> >> – Suka berangan-angan.
> >> – Kuat daya firasat, memahami apa yang terlintas di hati orang lain tanpa diberitahu.
> >> – Daya khayal yang tinggi.
> >> – Pandai berdebat.
> >> – Suka sastra,seni dan musik serta melancong.
> >> – Tidak berapa suka duduk atau diam di rumah.
> >> – Rajin dan bersemangat tinggi.
> >> – Agak boros.

JUNI

> >> – Berfikiran jauh dan berwawasan.
> >> – Mudah digunakan atau dimanfaatkan orang karena sikap baik.
> >> – Berperangai lemah lembut.
> >> – Mudah berubah sikap, perangai, idea dan mood.
> >> – Idea yang terlalu banyak di kepala.
> >> – Bersikap sensitif.
> >> – Otaknya aktif (senantiasa berfikir).
> >> – Sukar melakukan sesuatu dengan segera.
> >> – Bersikap suka menunda-nunda.
> >> – Bersikap terlalu memilih dan selalu mau yang terbaik.
> >> – Cepat marah dan cepat sejuk.
> >> – Suka berbicara dan berdebat.
> >> – Suka membuat lawakan atau lelucon dan bergurau.
> >> – Otaknya cerdas berangan-angan.
> >> – Mudah dan pandai berkawan.
> >> – Orang yang sangat tertib.
> >> – Pandai memamerkan sikap.
> >> – Gampang berkecil hati.
> >> – Suka berbenah atau bersih-bersih
> >> – Cepat merasa bosan.
> >> – Sikap terlalu memilih dan cerewet.
> >> – Lambat sembuh apabila hatinya terluka.

JULI

> >> – Sangat senang apabila didampingi.
> >> – Banyak berahasia dan sukar dimengerti, terutama laki-laki.
> >> – Tak suka menyusahkan orang lain tapi tidak marah apabila disusahkan.
> >> – Mudah dibujuk.
> >> – Sangat menjaga hati atau perasaan orang lain.
> >> – Sangat ramah.
> >> – Berjiwa sentimental.
> >> – Mudah memaafkan tapi sukar melupakan.
> >> – Membimbing secara fisik dan mental.
> >> – Sangat peka, pengasih serta penyayang.
> >> – Daya simpati yang tinggi.
> >> – Pemerhatian yang tajam.
> >> – Suka menilai orang lain.
> >> – Mudah dan rajin belajar.
> >> – Suka mengenang peristiwa atau kawan lama.
> >> – Suka berdiam diri.
> >> – Suka duduk atau diam di rumah.
> >> – Suka menunggu kawan tapi tidak mencari kawan.
> >> – Tidak agresif kecuali terpaksa.
> >> – Minta disayangi.
> >> – Mudah terluka hati tapi lambat untuk pulih.
> >> – Rajin dalam bekerja.

AGUSTUS

> >> – Suka bergurau.
> >> – Sopan santun dan perhatian terhadap orang lain.
> >> – Berani dan tidak mengenal kata takut.
> >> – Orangnya agak tegas dan bersikap kepemimpinan.
> >> – Pandai membujuk orang lain.
> >> – Terlalu pemurah dan bersikap ego.
> >> – Nilai harga diri yang sangat tinggi.
> >> – Haus akan pujian.
> >> – Semangat juang yang luar biasa.
> >> – Cepat marah dan mudah mengamuk.
> >> – Mudah marah apabila perkataannya dilawan.
> >> – Sangat cemburu.
> >> – Cepat berpikir.
> >> – Suka memimpin dan dipimpin.
> >> – Sifat suka berangan.
> >> – Romantik, pengasih, penyayang.
> >> – Suka mencari kawan.

SEPTEMBER

> >> – Sangat sopan santun.
> >> – Sangat cermat, teliti dan teratur.
> >> – Suka menegur kesalahan orang lain dan mengkritik.
> >> – Pendiam tapi pandai dalam bercakap-cakap.
> >> – Sikap sangat cool, sangat baik dan mudah simpati.
> >> – Kerja yang dilakukan sangat sempurna.
> >> – Sangat sensitif tetapi tidak diketahui.
> >> – Otak bijak dan mudah belajar.
> >> – Kontrol diri untuk tidak terlalu mengkritik.
> >> – Pandai mendorong diri sendiri.
> >> – Suka akan hiburan dan melancong.
> >> – Kurang menunjukan perasaannya.
> >> – Luka hatinya sangat lama disimpan.
> >> – Terlalu memilih pasangan.
> >> – Sistematik.

OKTOBER

> >> – Menyukai orang yang sayang padanya.
> >> – Suka mengambil jalan tengah.
> >> – Sangat menawan dan sopan santun.
> >> – Kecantikan luar dan dalam.
> >> – Tidak pandai berbohong dan berpura-pura.
> >> – Mudah rasa simpati, baik, lebih mementingkan kawan.
> >> – Senantiasa berkawan.
> >> – Hatinya mudah terusik tetapi merajuknya tak lama.
> >> – Tidak menolong orang kecuali diminta.
> >> – Suka melihat dari perspektifnya sendiri.
> >> – Tidak suka terima pandangan orang lain.
> >> – Emosi yang mudah terusik.
> >> – Daya firasat yang sangat kuat (terutama perempuan).
> >> – Suka melancong, bidang sastra dan seni.
> >> – Pengasih, penyayang dan lemah lembut.
> >> – Romantik dalam percintaan.
> >> – Mudah terusik hati dan cemburu.
> >> – Suka kegiatan luar.
> >> – Orang yang adil.
> >> – Boros dan mudah dipengaruhi sekitarnya.

NOVEMBER

>> > – Banyak ide.

> >> – Sukar untuk dimengerti atau dipahami sikapnya *wow*

> >> – Berpikiran unik dan bijak *eaaa*

> >> – Penuh dengan ide-ide baru yang luar biasa *amazing. amin deh*

> >> – Pemikiran yang tajam *setajam silet, eits bawa2 merek*

> >> – Daya firasat yang sangat halus dan tinggi *oh kerja sambilan saya emang paranormal*

> >> – Cermat dan teliti.

> >> – Sifat yang berahasia, pandai mengorek, dan mencari rahasia *oke deh nanti saya ngelamar  kerja jadi detektif*

> >> – Banyak berfikir, kurang bicara tetapi mesra *aduh…malu ah*

> >> – Berani, pemurah, setia, dan sabar *bagus2 semua sifatnya nih ^___^*

> >> – Apabila mau akan diusahakan sehingga berhasil *wah yang ini seriusan, banget-banget lah*

> >> – Tidak suka marah kecuali digugat *jadi mau pidato Indonesia Menggugat*

> >> – Cara berfikir yang lain dari orang lain *apa ini istilahnya? think-out-of-the-box?*

> >> – Otak yang sangat tajam *setajam silet, eaaa sebut merek lagi*

> >> – Pandai mendorong diri sendiri *bayangkan saja orang mendorong troli*

> >> – Tidak menghargai pujian *mbak, pujian itu bukan barang, nggak bisa dihargai*

> >> – Kasih sayang dan emosi yang sangat mendalam *aw aw aw*

> >> – Romantik *eaaa*

> >> – Tidak pasti dengan hubungan kasih sayang *no comment : Desi Ratnasari mode ON*

> >> – Suka duduk atau diam di rumah *karena di rumah banyak makanan : perbaikan gizi*

> >> – Sangat rajin dan berkemampuan tinggi *saya memang tinggi (badannya)*

> >> – Amanah, jujur, setia, dan pandai berahasia *eaaa lagi2 RAHASIA, memang ini jagonya saya*

> >> – Perangai tidak dapat diramal dan mudah berubah-ubah *seperti cuaca*


DESEMBER

> >> – Sangat setia dan pemurah.
> >> – Bersifat patriotik.
> >> – Sangat aktif dalam permainan dan pergaulan.
> >> – Sikap kurang sabar dan tergesa-gesa.
> >> – Bercita-cita tinggi.
> >> – Suka menjadi orang yang berpengaruh dalam organisasi.
> >> – Suka dipuji, diberi perhatian dan suka dibelai.
> >> – Sangat jujur.
> >> – Tidak pandai berpura-pura.
> >> – Cepat marah.
> >> – Perangai yang berubah-ubah.
> >> – Tidak ego walaupun harga diri yang sangat tinggi.
> >> – Benci apabila dikekang.
> >> – Suka bergurau.
> >> – Pandai membuat lelucon dan berpikir dengan logika.

.

.

.

November itu bulan lahir saya lho makanya ditebelin.

Tiga kata buat sifat2 NOVEMBER di atas : MENDEKATI SANGAT PAS.

Mantap gan!!! Mungkin sifat2 kamu juga ‘mendekati sangat pas’? atau ‘kurang pas? atau malah ‘tidak ada kata lain selain pas’? Silahkan dicek ^___^