[Cerita Pribadi] Katanya Sadar, Tapi Nggak Gaul

Cuma celotehan tentang anak umur 20 tahun yang nggak gaul.

Kemarin tepatnya tanggal 18 Juli 2011 saya, untuk pertama kalinya mengalami operasi gigi. Harus, karena terlanjur impaksi. Apa itu impaksi? Nanti bakal saya posting artikel tentang impaksi gigi, sebab musabab, asal muasal, dan teteng bengeknya. Di lain posting. Tapi nggak tau kapan.

Jadi, sejak sekitar satu minggu sebelumnya ketika saya bertandang ke rumah praktek seorang dokter gigi untuk sekedar membersihkan karang gigi, ternyata sang dokter dengan kagetnya AAAAAAAAAA mengatakan kalau saya harus dioperasi.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

F!

Dalam dunia kesehatan dan perpenyakitan, saya bukan paling takut sama demam, flu, pilek (ini adalah penyakit most-denial!!!), DB, tipus, berat badan, cungkring, kelaparan, puasa, darah, dll tapi sebuah besi cilik berdiameter nggak sampai 1 milimeter yang senantiasa mengucurkan cairan penyembuh bernama jarum suntik.

Cairan penyembuh Atau cairan penenang. How relaxing mendengarnya *senyum-kedip-kedip* tapi itu semua cuma bayangan semu semata sementara. Jarum suntik tetap jarum!

 .

Jadi, saking takutnya sama jarum suntik, ketika sudah duduk dan membuka mulut, sudah diolesi gel pengurang rasa sakit, tapi begitu melihat ujung jarum suntik di tangan dokter…saya menutup mulut lagi. Dan perlu sekitar 15 menitan lebih menunggu saya cemberut, menitikkan air mata, dan menenangkan diri sebelum memulai operasi (malu aing, malu…)

Dokter mengajak saya ngobrol, seperti biasa layaknya orang tua pasti bertanya tentang “pendidikan”. Agak lama juga obrolannya sampai beliau nyindir nih kayaknya, “Oh ITB ya? Pinter dong. Tapi emang ya kalau pinter tu banyak yang dipikirin. Makanya sekarang rileks ‘aja, nggak usah mikir macem-macem”.

Inilah indikasi saya disuruh jadi orang bego sementara atau sebaiknya keluar ITB dulu.

Nah, ceritanya gara-gara saya menitikkan air mata walhasil badan saya jadi agak kaku karena tegang. Atau sedih? Taulah. Ceritanya juga karena sepertinya dokter sudah tidak sabar waktunya dihabiskan nongkrongin oknum penakut di hadapannya itu, akhirnya mau-tak-mau saya mengikhlaskan diri untuk diobrak abrik ini mulut.

Arssjnwwnw…aays73sgws..ja29jkmqmmqaqqe….

Begitu ceritanya saya meng-aduh-aduh kesakitan saat disuntik.

Setelah disuntik, didiamkan dulu sebentar sambil saya nyengar nyengir (tetap masih ada air mata keluar). Malu aing, malu…dan akhirnya operasi berjalan lancar selama satu jam. Oiya, di sela-sela operasi itu kan gusi saya dibelek dulu baru giginya ditarik-tarik, nah berhubung ini impaksi yang dekat saraf, otomatis ada ngilu-ngilu gitu kerasa pas diangkat.

Sfaykkznl…hzudy3d1cjjiikd….

Saya meng-aduh-aduh lagi sama si dokter.

Kenapa? Ngilu? Aku kasih bius lagi kl gitu ya…

ASSFWWTWYHXBXJXDKD….AAW82JWJSNXNX,XLL.W.W.SD27SJMX…..

Tapi terlanjur rupanya dokter tidak menghiraukan geramanku. Hiks, sedih. Meskipun ternyata samsek nggak ada rasanya itu jarum. Jadi apa? Jadi tambah malu aing, malu…

 .

Nah…ini dia bayinya keluar juga akhirnya. Doyan ngumpet nih dia.”

“Sebentar ya, aku ratain dulu tulangmu.”

“Aku jahit dulu ya biar rapi, srrrt…srrrt….(suara benang ditarik, dikencengin masuk gusi)”

 .

Dan akhirnya kelar juga operasi setelah satu jam plus 15 menit lebih. Kemudian saya diperlihatkan kepada sang bayi.

*foto menyusul deh*

Pukul setengah 11 lah kira-kira keluar dari ruangan. Sesampainya di rumah, saya rebahan karena dibilang jangan banyak gerak dulu. Pas rebahan baru saya sadar kalau ternyata dada saya sesak. Karena tegang gemetaran sejak bertatap muka dengan jarum suntik. Jantung juga berdegup kencang. God ini bahkan melebihi degupan jantung waktu papasan sama gebetan dulu. Ya ampun, semoga pacar nggak merasa terpalingkan oleh jarum suntik semata *berdoa

Ceritanya lagi, berhubung dada sakit otomatis ngapa-ngapain kan nggak enak. Saya nonton-nonton TV dulu, sampai nggak terasa sudah jam setengah satu. Wah, ternyata dada masih sakit juga. Mulailah saya mengatur nafas supaya lebih rileks. Sampai jam 1 baru ngerasa nggak sesak lagi. Lama juga tuh, untung buang udara nggak sampe nggak kentut-kentut.

Itu baru dada sesaknya, belum jantung berdebar-debar. Sesudah countdown pemulihn dada sesak, akhirnya sekitar pukul 2 siang baru merasa lega, jantung berdebar lebih rapi.

Canggih cing!

Nah, supaya mas/jeng nggak merasa sia-sia baca tulisan ini maka saya mau kasih pesan moral sedikit. Jadi, saya sebetulnya sadar betul kalau yang namanya anestesi lokal itu di mana-mana sekarang masih pake jarum suntik, apalagi kalau bedah. Dan kalau operasi impaksi nggak perlu sampai anestesi total. Oleh karena itu, sudah lewat satu minggu seharusnya saya sudah siap batin bahkan ketika sedetik sebelum jarum menyentuh air ludah pun, itu kudu siap harusnya. Karena sudah sadar apa-apa yang bakal terjadi.

Kedua, masalah sugesti.

Pengalaman ini semakin meyakinkan kalau istilah “we are what we think” itu tepat. Coba, malu nggak tuh waktu suntikan ketiga saya masih meringis mau bilang ‘ogah’ padahal di seluruh jagad raya sedunia mah kalau masih dalam pengaruh obat bius mana ada jarum suntik kerasa sakit. Malu dong ah.

Sugesti buruk tentang alat kedokteran yang satu ini juga yang menyebabkan selama operasi saya tegang, pascaoperasi pun jantung berdebar-debar. Situasi rileks sebetulnya sempat saya sugestikan di tengah-tengah operasi, tapi terbuyarkan lagi-lagi sama jarum suntik ketiga. Payah deh umur 20 tahun masih takut sama jarum suntik. Itu tuh alat kedokteran nomor wahid padahal! Obatnya semua dunia perbedahan –> jarum suntik isi obat bius. Nggak gaul banget deh.

Kayak sindirannya 7icons nih, “Katanya sadar…tapi nggak g4vL

 .

Ya…semoga operasi gigi selanjutnya dua/tiga bulan lagi saya sudah g4vL u’yeah! (‘o’\m/

Sabtu Sakral, Wisuda ITB

Hari ini kalender tepat mencantumkan tanggal 16 Juli 2011. Sabtu. Jauh beratus kilometer dari tempat saya mengetik ini, teman-teman ITB yang lowong di Bandung sedang merayakan Sabtu Sakral mereka. WISUDA.

Wisuda ITB dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu April, Juli, dan Oktober setiap Sabtu. Tapi, sempat beberapa kali diadakan dua hari yaitu Jumat dan Sabtu karena jumlah wisudawan/wisudawati (sebutan untuk orang yang diwisuda) terlampau banyak.

Selain acara formal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), yang meliputi (setahu saya) sambutan dari ITB dan perwakilan wisudawan, pengambilan ijazah, pengumuman siswa berprestasi, dan foto bersama. Adapula acara formal dan nonformal yang diadakan oleh organisasi mahasiswa berbasiskan program studi masing-masing (ko-kurikuler) dan dikoordinasikan oleh organisasi mahasiswa pusat, KM-ITB. Kalau saya yang jurusannya Teknik Lingkungan ini, organisasi ko-kurikulernya namanya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL).

Acara ala Himpunan2 terdiri atas wisnight (formal) dan wisday (nonformal). Wisnight dilaksanakan pada malam hari (ya iyalah) dengan suasana formal karena turut mengundang keluarga wisudawan, sedangkan wisday merupakan rangkaian kegiatan setelah para wisudawan keluar dari Sabuga di hari Sabtu. Biasanya hanya terdiri atas arak-arakan, tapi ada juga yang setelahnya melaksanakan kegiatan lain atau tradisi Himpunan masing-masing, sesuai permintaan wisudawan/wati ketika masih menjadi calon wisudawan.

Kudu dandan cantik & senyum dong :)

Satu hal yang paling menjadi ciri khas wisuda di ITB yaitu arak-arakan. Karena, seluruh Himpunan pasti mempersiapkan performance sekaligus stamina lebih untuk keren-kerenan dalam menggiring wisudawan, dari Sabuga menuju Himpunan masing-masing.

Arak-arakan dilaksanakan sejak tahun jebot, saya juga tidak tahu. Nah, karena sudah lama sekali dilaksanakan, maka ada beberapa Himpunan yang mulai menghak-patenkan kebiasaan-kebiasaan tertentu dalam mengarak. Contoh, kalau di Himpunan saya ada istilahnya The Bamboos. Performance harus menggunakan konsep The Bamboos yaitu aksi menggunakan bambu-bambu. Ada juga Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) yang mengeluarkan jurus performance andalan berupa kendaraan bermotor sederhana (sorry mas/jeng nggak tau namanya, paling gagap soal motor-motoran nih). Ada Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) yang wisudawan/wisudawatinya suka hepi-hepi sendiri nyemprotin cairan-cairan ke temannya. Himpunan di bagian timur jauh yang selalu balas push-up antara pengarak dan yang diarak, dll.

Yang paling fenomenal PASTINYA adalah mahasiswa-mahasiswa dari SENI RUPA alias Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD). Wah ini performance paling ditunggu-tunggu, soalnya menggunakan properti yang besar, pelakon yang banyak, aransemen musik sendiri, drama, dan so pasti warna warni mencolok. Yang special juga adalah lokasinya. FSRD satu-satunya prodi yang mengambil tempat paling strategis di ITB yang kecil ini, yaitu di bundaran Indonesia Tenggelam/Intel.

Performnya HMTL biasanya pake BAMBU
Contoh lainnya, perform HMM pake mobil
Mau ngarak harus total!!! ngecat muka
wisudawan juga suka usil, gangguin yang ngarak
Masing semangat ‘aja

Sayangnya untuk wisday kali ini saya tidak bisa ikut karena sedang di rumah, menunggu kesembuhan tangan sekaligus menunggu jadwal operasi mulut senin depan. Ya, melalui sini saya ucapkan:

Selamat Jadi Pengangguran Sementara!!! Semoga nggak selamanya. Semoga Jadi Sarjana Yang Tulus Mengabdi, Turunkan Jumlah Orang Miskin Indonesia dan Doakan Saya Wisuda Tahun Depan. Amin.   

*foto-foto Wisuda Oktober 2010

Safety Act : Informasikan Jadwal Keberangkatan Kepada Orang Terdekat

Safety Act. Tindak Keselamatan.

or Appeasement Act. Tindak Penenangan?

Dalam tulisan ini saya sekedar ingin berbagi informasi, dalam opini saya, mengenai tindakan yang seharusnya mas/jeng lakukan ketika akan bepergian menempuh jarak yang cukup jauh dengan menggunakan transportasi bus/kereta/pesawat. Sebuah tindakan sederhana namun sebaiknya dilaksanakan.

Yakni menginformasikan jadwal keberangkatan mas/jeng selengkap-lengkapnya kepada orang terdekat yang tidak bersama mas/jeng selama perjalanan, secara tertulis. Hal ini yang selalu saya lakukan beberapa waktu belakangan.

Mulai dari lokasi keberangkatan (terminal/stasiun/bandara), tujuan, jam keberangkatan, jam tiba di lokasi, nomor tempat duduk, serta informasi lain yang tercantum dalam tiket. Misal, bagi mas/jeng yang naik kereta maka informasikanlah nomor gerbong keretanya, apabila mas/jeng naik pesawat maka informasikanlah nomor penerbangannya.

Mengapa ini sebaiknya dilakukan? Mungkin saya terkesan paranoid pada prasarana transportasi? Mungkin juga sih. Tapi setidaknya ini merupakan sebuah tindak keselamatan skala kecil apabila hal terburuk dalam suatu perjalanan terjadi. Kecelakaan.

Penginformasian ini akan memudahkan orang terdekat apabila kita tak kunjung memberi kabar (dalam arti hal terburuk tersebut terjadi) sehingga proses identifikasi dan penelusuran jejak kecelakaan kita tidak serumit dibandingkan apabila informasi detail tersebut tidak kita beritahukan.

Misal, oknum A menaiki pesawat dari Kota A ke Kota B. Selang beberapa waktu kemudian, melalui media elektronik (terutama televisi) telah beredar berita kecelakaan pesawat dengan rute Kota A ke Kota B, maka orang terdekat yang kita informasikan akan lebih mudah aware terhadap segala kemungkinan. Kalau nomor keberangkatan sama seperti yang telah diberitakan, barangkali dapat langsung menghubungi bagian administrasi sarana transportasi yang bersangkutan dan mulailah proses identifikasi korban kecelakaan. Kalau tidak sama, setidaknya kita sudah memberi ketenangan dengan meyakinkan bahwa ‘that wasn’t me. calm.’ Lebih rapi, kan?

Karena setiap pembelian tiket tidak disertai nomor telepon keluarga/teman yang dapat dihubungi oleh administrasi perusahaan transportasi yang bersangkutan apabila ‘something was happened’, betul tidak? Selama ini semua tiket bepergian saya sepertinya begitu.

Sekali lagi mungkin saya terkesan paranoid.

Tapi, memberi ‘petunjuk sederhana’ terhadap orang terdekat tidak ada salahnya, kan?

YM-an : Jadi Ingat Jaman PDKT :))

Tidak terasa sekarang sudah tanggal 6 Juli 2011 #teruskenapa. Tadi sore saya tumben-tumbennya ngerasa capek, malas ngetik SMS akhirnya si pacar nawarin buat YM-an. Mumpung ada internet, bergegaslah kami buka laptop dan memulai YM. Nggak berapa lama si pacar mengaktifkan IM Doodle-nya lalu mulai menggambar ombak-ombak laut pake krayon biru muda. Tau kan ya, garis-garis gelombang gitu.

Tanpa disuruh lalu saya melanjutkan. Membuat kapal, lalu si pacar membuat monster, lalu saya tambahin petir, dan seterusnya dan seterusnya sampai gambar terakhir adalah orang lagi memanah, inilah gambar akhir yang sensasional.

Apa yang menarik dari sini? Buat mas/jeng tuh nggak ada kaleee, jadi jangan harap dapat manfaat dari tulisan ini hahaha. Menariknya adalah, saya sama pacar sudah jarang banget mainin permainan yang satu ini hehehe. Jadi, pas jaman-jamannya kami belum terikat (tanda kutip), kami sering YM-an dan isinya ngebahas hal-hal yang nggak penting. Dan permainan yang sering dilakuin adalah main lempar-lemparan gambar.

Awalnya saya juga nggak tau ini kepikiran darimana. Kayaknya dulu gini ceritanya, nah kan saya suka gambar terus waktu itu pertama kalinya saya di YM ngegambar gurun pasir di malam hari. Kata si pacar (jaman dulu statusnya belum pacar) gambarnya bagus (walaupun kayaknya itu cuma pasir, langit malam, bintang-bintang sama bulan deh). Space-nya penuh, gantilah kertas baru. Karena bingung mau gambar apa, saya suruh si oknum YM sebelah buat ngegambar. Dan seterusnya dan seterusnya sampai kegiatan ini pun statusnya fardlu ‘ain tiap YM-an. Coba ya kalau diingat-ingat abis berapa kertas ya?

Mainnya gampang banget, you should try deh pokoknya! Misalkan ada Fulan dan Fulanah yang akan lebih mudah untuk kita sebut sebagai oknum A dan oknum B, salah satu memulai gambar sesuatu misalnya gambar lingkaran. Nah nanti si B suru ngelanjutin gambar apa kek, harimau, kue, gelas, mata, atau gambar udara juga boleh.

Terus gitu gantian sampai nggak ada space lagi di kertas doodle-nya.

Seru lho! Jadi bisa mengeksplor kekreatifan oknum sebelah. Jadi bisa tau gilanya otak kita. Jadi ngedorong buat berpikir cepat. Jadi menyehatkan jari-jari tangan. Dan so pasti jadi makin mendekatkan #eaaa.

Nah, merangsang kreativitas banget kan hehehe :p

4 Juli 2011 – Gigi Gw Bermasalah!!!

Barusan jam setengah 7 tadi malam saya pergi ke dokter gigi di dekat rumah, namanya Dr.Agus & Dr.Albertus. Nama yang terakhir saya sebut adalah ayah dan nama sebelumnya adalah anaknya. Sore ini saya, adik, dan ibu pergi ke dokter gigi (untuk pertama kalinya ke rumah praktek ini) untuk membersihkan karang gigi dan menambal barangkali ada yang bolong.

Yang diperiksa pertama adalah adik saya. Katanya giginya bagus tapi ada semacam gingsul jadi harusnya dicabut. Kemudian baru karang giginya dibersikan.

Tibalah giliran saya yang sudah 7 tahun lebih tua dari adik nih.

Sewaktu diperiksa, dokter bilang begini,

“Waduh ini harus dioperasi, Bu”

Jadi, kedua gigi geraham paling belakang bagian bawah saya harus dicabut karena tumbuhnya tidak sempurna dan mengambil jatah tempat gigi lain. Gigi bagian kanan lebih-lebih. Sudah tumbuhnya mengarah ke pipi, menggeser gigi depannya pula sehingga gigi geraham sebelahnya miring.

MIMPI BURUK!!!

Nggak mau disuntik :(

Saya benar-benar takut harus dioperasi karena nanti gusi saya pasti harus DISUNTIK. Satu-satunya alasan saya ogah ke dokter gigi ya karena saya takut nanti disuntik. Men, disuntik di gigi pasti ngilu banget. Parah. Karena dulu waktu saya operasi mata ikan di kaki itu super sakit sampai saya nangis kejer-kejer.

Nightmare kedua adalah ternyata biaya membersihkan karang gigi 2 orang saja sebesar 1 JUTA. Dem!!! Untung nggak jadi nambal gigi di sana! Di ITB bisa gratis tuh padahal.

Satu lagi informasi nightmare lain adalah sesampainya di rumah, mama saya mengasumsikan kalau penyebab saya sering pusing kepala kanan alias migrain dalam beberapa bulan terakhir adalah itu karena gigi saya yang geraham belakang ini penyebabnya. Tumbuhnya ke arah pipi sehingga menyengol-nyenggol saraf yang terhubung ke otak.

DEM. Nightmare sekali mas/jeng!!!

Berarti memang satu-satunya jalan ya operasi? Ampun!!!

 

21.55 – di kamar, stres

[salin-tempel] Cerita KP dari Kota Reog

Ini postingannya ‘beda’ sama postingan saya sebelum-sebelumnya dari gaya tulisannya. Soalnya ini murni saya co-pas dari blog angkatan, yang isinya tentang sharing-sharing tempat KP. Selamat menikmati :D

———-

Nah kali ini giliran gw cerita ttg KP gw. Jadi, gw KP di Pabrik Gondorukem & Tepentin di Desa Sukun, Ponorogo sonoan dikit dalam-dalam. Maksudnya, gw KP di pabrik yang nggak terletak di kota. Terus tau kan ini kota apa?

Kota Reyog Ponorogo, yang terkenal sama Dhadak Merak-nya itu lho si duo kepala singo-merak.

Di depan PGT ini ada PMKP (Pabrik Minyak Kayu Putih) nah gw tinggal di rumah Kepala PMKP yang cuma tinggal berdua sama istrinya. Anaknya dua-duanya sudah menikah dan satu tinggal di Makassar, satunya lagi jadi pegawai di PGT dan tinggal nggak seberapa jauh dari rumah yang gw tinggalin.

Hari pertama gw langsung disambut oleh seorang anak kecil lucu imut parah anaknya si anak kedua si Bapak Kepala PMKP namanya exel (mungkin gini tulisannya). Ini dia orangnya, ya jadi selama beberapa hari gw ditemani oleh malaikat kecil yang bisa gw cubit-cubit tiap sore. Thx God.

    

Hari pertama gw langsung diajak lihat proses produksi. Jadi apa itu gondorukem dan terpentin? Silakan googling sendiri. Pokoknya bahan dasarnya adalah getah pinus. Hari kedua gw lihat proses pengolahan limbahnya. Hari ketiga dst gw lupa urutannya gimana yang pasti gw sudah blablabla yang berhubungan dengan akademik:

  1. Jalan-jalan lihat proses penyadapan getah pinus, masuk ke hutan pinusnya betulan (sayangnya siang-siang #eh)
  2. Lihat ke PMKP juga alias pabrik yang bikin minyak kayu putih.
  3. Lihat ke pembakaran bahan bangunan – gamping karena di sana limbah padatnya dipake buat bahan bakar.
  4. Dll.

Kalau yang nggak berhubungan sama akademik, gw :

  1. Gw melewatkan atraksi reyog yang biasa dilaksanain malam-malam pas purnama di tanggalan jawa. Kemarin jatuh purnama tu pas tanggal 16 Juli malam dan gw nggak ke alun-alun kota buat nonton, karena gw baru tau kl purnama jatuh tanggal segitu esok harinya. Hiks.
  2. Makan siang tiap hari selalu ke kota naik mobil ngabisin pulang pergi sekitar menuju 1 jam, ditraktir sama pembimbing gw.
  3. Di situ nggak bisa interneeet :( Nah sekarang saat gw dah keluar dari desa, baru bisa deh nemu sinyal buat modem gw berjalan sebagaimana mestinya.
  4. Pembimbing gw kan cowok gitu ya, alumni T.Industri UGM 2004 terus suka ngomong-ngomongin tentang dunia perkuliahan UGM-ITB-UI gitu-gitu. Tapi untungnya juga beliau ni baru jadi alumni dan dari UGM pula jadilah gw bersyukur ada sedikit topik pembicaraan di luar urusan KP hahaha
  5. Nontonin ibu-ibu main voli di lapangan tiap sore. Sumpe deh jago-jago bet mainnya walaupun dah pada tua-tua. Ibu rumah gw yang paling jago keknya. Jadi, semakin ke sini tu ibu-ibu makin rutin latihan soalnya mau 17 agustusan dan karena puasa jadilah lombanya dimajuin jadi juli. Nanti tanding volinya antar desa dan desa ini tahun lalu juara 1 cewek voli, wuihihi seru ye kayaknya.
  6. Jadi di lahan pabrik gw itu baru ‘aja selesai dibangun GOR buat main bulutangkis kapasitasnya cuma 1 lapangan sih hehehe. Abis kelar bangun, langsung diadain turnamen bulutangkis sedesa. Mungkin gara-gara kagok nggak pernah main bulutangkis, banyak bapak-bapak/ibu-ibu yang pegal2 hahaha lucu banget ini banyak yang ngeluh sakit pergelangan tangan lah, itu lah…
  7. Gw sempat jenguk salah satu pegawai yang kecelakaan pas main bulutangkis di rumah sakit di kota. Jadi, mainnya kan ganda putra gitu ya terus dia di depan. Pas temannya mau mukul kock dari belakang, dia nengok ke belakang walhasil kenalah itu kocknya ke kepalanya sampai pendarahan. Aneh-aneh ‘aja deh ya.
  8. Gw pernah ngikut bikin kue putu ayu di 1 rumah pegawai. Terus gw bantuin bikin cendol di dapur kantor. Hahaha sekalian belajar masak deh.
  9. Gw ikut nemenin bapak rumah gw periksa ke dokter soalnya beliau ada masalah jantung gitu. Terus abis itu gw ditraktir makan :p
  10. Gw sempat kehilangan dompet!!! Pas lagi beli oleh-oleh di toko souvenir khusus Reyog Ponorogo, gw nggak sadar ternyata dompet gw jatuh di sana. Untungnya gw belum su’udzon (berburuk sangka) sama orang kantor. Setelah mumet menduga-duga, ada orang kantor yang ngasi tau gw kl ternyata dia abis ngecek ke toko souvenir yang kemarinnya w ke sana dan ada pesan yang ditinggalin buat gueee. Itu pesan dari orang yang nemuin dompet gw. Isinya nama, alamat dan nomor HP si penemu. Dia titip pesan ke mba-kmbak souvenirnya kl aa si pemilik alias gw, tolong ngehubungin dia.

Ceritanya gw siang itu langsung mau ke rumahnya ngambil tu dompet eh tapi pas gw telpon si penemunya bilan dompetnya dah ditaro lagi di toko. Alhamdulillah jadi gak perlu capek-capek ke rumahnya hahaha. Itu ya, gw jadi gak enak sama orang kantor soalnya kan gw pendatang dan pas banget gw yang kehilangan jadi gw takut bikin yang nggak enak-enak sama orang kantor.

Tapi untungnya mungkin gara-gara di desa jadi rasa kekeluargaannya dah terbangun kali ya. Waktu tau dompet gw ilang, mereka langsung bahu-membahu (ce’ileh) memastikan nggak ada orang kantor/pabrik yang (maaf) nyuri trus langsung gerak ke mana-mana bantuin gw nyari. Sampai nyusulin ke toko souvenir di kotaaa padahal gw-ny amasih adem ayem ‘aja nggak mikirin. Gila ini nih baru namanya KEBAIKAN (lebay version).

11. Terakhir adalah karena pembimbing gw satu-satunya bujangan di desa itu, gw jadi suka risih banget kl ketemu orang pas lagi bedua, trus tiba-tiba ditanya “oooh calonnya ya?” hahaha

-_________-

Nah sekian dulu deh soalnya dah banyakan nulisnya, oiya tema gw entah namanya waste-to-product atau daur ulang limbah gw nggak tau mana istilah yang lebih tepat dipake. Jadi, limbah getahnya ini ada yang bisa diolah lagi jadi produk yang berjenis sama tapi kualitasnya rendah. Adakah yang tau apa istilah yang lebih tepat? Trims

Have fun semua guys, yang akan, sedang, dan sudah KP selamat membuat laporan semoga cepat kelar.

Salam merak hehehe

Sausan A.M.

153 08 031