Feeds:
Tulisan
Komentar

1431-2010

Kenapa ya bagi umat islam di Indonesia perayaan Tahun Baru Masehi selalu jauh lebih meriah dan lebih diniatkan daripada perayaan Tahun Baru Hijriyah. Sepertinya ironi tapi ya beginilah tradisi.

Bukan apa-apa. Tapi sepertinya kita sudah sadar akan hal yang paling mendasar. Keyakinan. Jadi, pergantian tahun mana yang seharusnya lebih menjadi batu loncatan bagi resolusi-resolusi yang kita buat? Klise memang karena kita hidup dalam alur tanggalan masehi.

Quote

Jangan tunjukkan seberapa besar tingkat pesimis kita, karena itu menular. Tetap tunjukkan semangat meski sedang pesimis, karena di situlah kita terlihat kuat

.

.

.

04.35 di kosan, setelah pasrah belajar buat UAS Mekflu

Minggu, 13 Desember 2009 sekitar pukul 5 pagi saya sudah merencanakan untuk beli koran. Lama sekali sepertinya barang cem itu tidak tersentuh sejak masuk tahun kedua perkuliahan. Pokoknya harus baca koran hari ini, kata saya dalam hati. Usai shalat subuh langsung deh cao keluar buat beli koran sama sarapan. Sesampainya di tukang koran di belokan Cisitu Lama, rada aneh nih yang ada cuma majalah. Pas saya tanya ternyata memang koran-koran itu belum datang, lagi diambil si agen, jadilah saya balik ke kosan.

Jam 6 pun datang. Saya keluar lagi ke tukang koran. Eh ternyata belum datang juga korannya. Akhirnya saya bungkus sarapan dulu terus balik lagi ke kosan. Tak terasa sambil nonton TV jam di HP menunjukkan pukul 07.50. Wah pasti korannya ‘dah sampai nih. Saya pun keluar lagi untuk ketiga kalinya buat beli koran.

Alhamdulillah ternyata koran-korannya sudah datang. Saat sedang melihat-lihat koran, saya terkejut dengan sebuah kertas bergambar di samping bapak penjual koran. Itu adalah kertas ukuran A3 dengan lambang angkatan saya, Teknik Lingkungan ITB 2008 (Bhupalaka). Jelas aneh, kok ada di sini? Saya bertanya-tanya dalam hati.

Saya menanyakan pada si penjual koran darimana gambar tersebut berasal. Beliau yang sudah separuh baya menjawab, “Oh waktu itu jatuh, Dek, dari mobil pas lagi lewat mobilnya.”

Saya meraih gambar yang masih berada dalam plastik tersebut. Wow. Ternyata di dalamnya tak hanya lambang angkatan tapi ada juga lambang HMTL. Saya pun teringat saat-saat menjelang Pengabdian Masyarakat (PM) angkatan pada tanggal 22 November 2009 lalu.

Pagi-pagi di hari pengmas, Inad dan Becky, selaku anggota Bhupalaka yang dapat tugas nge-print lambang angkatan dan HMTL untuk dipajang di spanduk PM sempat panik gara-gara kedua lambang tersebut (yang sudah di-print, pastinya) hilang.

Oh…ternyata jatuh di dekat basecamp toh, jawab saya dalam hati.

Pastinya pula bapak penjual koran itu merasa aneh, tiba-tiba ada yang menanyakan gambar temuannya. Beliau pun bertanya,

“Itu punya Adek? Ambil ‘aja. Saya teh waktu itu sempat ngejar mobilnya tapi ga kekejar. Jadi saya simpan siapa tahu ya Dek, dicari lagi sama yang punya.”

Saya : “Ini kapan ya, Pak jatuhnya?”

Beliau : “Oh lama sekali, Dek. Ga tau…seminggu mungkin ada.”

Saya :”Ini Bapak simpen terus?”

Beliau :”Lha iya dibawa pulang. Tapi kalau siang suka saya tempel itu di tiang itu, Dek…(sembari menunjuk tiang besi setinggi kira-kira 1,5 meter) siapa tahu yang punya mau ambil lagi. Kasian, Dek, yang punya pasti cari-cari.”

Saya berpikir sejenak. PM itu tanggal 22 November, hari ini tanggal 13 Desember. Mungkin saya tidak pernah sadar gambar itu dipajang, karena memang saya tidak pernah/jarang pulang siang hari ke kosan. Kalau dihitung, berarti sudah 3 minggu lambang ini hilang. Dan Bapak ini dengan murah hati berkenan menyimpan plus menaruhnya di tiang agar terbaca oleh kendaraan/orang yang lewat jalan tersebut, setiap hari, mungkin. SELAMA TIGA MINGGU. Subhanallah.

Beliau berkata lagi, “Kenal sama yang punya, Dek?”

Saya :”Iya, Pak. Kebetulan temen saya ‘dah lama bilang dia kehilangan gambar kayak gini.”

Beliau :”Oh ya ambil ‘aja, Dek.”

Usai membayar koran, saya cao ke kosan lagi bersama lambang Bhupalaka dan HMTL di tangan. Plus perasaan terharu atas perlakuan si Bapak Penjual Koran terhadap benda di tangan saya ini.

Apa jadinya kalau bukan bapak itu yang menemukan gambar ini? Kalau orang lain sepertinya sudah masa bodoh, termasuk saya, mungkin. Ya gimana, 3 minggu tanpa ada petunjuk orang yang punya, gitu. Dibawa pulang ke rumah dan dibawa balik lagi ke tempat kerja (baca: stand koran) plus dipajang di tiang. Kurang mulia apa perlakuan beliau terhadap barang yang datang padanya entah darimana itu?

Alhamdulillah pagi-pagi saya sudah diingatkan lagi untuk bersyukur. Bersyukur bahwa masih banyak orang-orang baik di dunia ini. Dan saya mendapat pelajaran dari salah satu orang jenis itu bahwa segala kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas pasti mendapat jawaban dari Allah berupa perantara apapun.

Saya tahu saya bisa menjadi perantara bagi Bapak penjual koran tersebut.

Saya kembali tak berapa lama untuk memberinya sedikit rezeki sebagai tanda terima kasih. Terima kasih yang utama adalah bukan atas jasanya menjaga benda milik angkatan saya, tapi kemuliaan dan keikhlasannya perlakuannya terhadap benda yang bukan miliknya serta pengajaran yang ia berikan pada saya dan teman-teman yang saya bagi kisah ini.

Mungkin kamu bisa berpikir hal ini berlebihan. Tapi setidaknya saya mau jujur, bagi saya, orang seperti beliau jarang saya temukan dalam kehidupan saya.

Bandung tepatnya di kosan sambil baca koran yang baru dibeli, 13 Desember 2009 pukul 09.23

Keajaiban Angka

0 x 9 + 0 = 0
1 x 9 + 1 = 10
12 x 9 + 2 = 110
123 x 9 + 3 = 1110
1234 x 9 + 4 = 11110
12345 x 9 + 5 = 111110
123456 x 9 + 6 = 1111110
1234567 x 9 + 7 = 11111110
12345678 x 9 + 8 = 111111110
123456789 x 9 + 9 = 1111111110
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Another Magic of Math
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
1 x 18 + 1 = 19
12 x 18 + 2 = 218
123 x 18 + 3 = 2217
1234 x 18 + 4 = 22216
12345 x 18 + 5 = 222215
123456 x 18 + 6 = 2222214
1234567 x 18 + 7 = 22222213
12345678 x 18 + 8 = 222222212
123456789 x 18 + 9 = 2222222211

Coba  ini
123456789 + 987654321 = 1111111110
1 x 142857 = 142857 (angka sama)
2 x 142857 = 285714 (angka sama beda urutan )
3 x 142857 = 428571 (angka sama beda urutan)
4 x 142857 = 571428 (angka sama beda urutan )
5 x 142857 = 714285 (angka sama beda urutan)
6 x 142857 = 857142 (angka sama beda urutan)
7 x 142857 = 999999
Ada lagi lho…
bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah hasilnya = 9

Mari kita buktikan…
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9
dst.
Ada lagi

22 x 9 = 198, cara cepatnya 2 x 9 = 18,

lalu selipkan angka 9 ditengah, jadi 198
buktikan sendiri cara cepatnya berikut ini :
33 x 9 = 297, cara cepat 3 x 9, selipkan 9 ditengah
44 x 9 = 396
55 x 9 = 495
66 x 9 = 594
77 x 9 = 693
88 x 9 = 792
99 x 9 = 891
lalu bagaimana dengan 3 angka kembar ?
sama saja tuh tinggal selipkan 99 ditengahnya

222 x 9 = 1998, cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99 ditengah
333 x 9 = 2997
444 x 9 = 3996
555 x 9 = 4995
dst.

editan dari : Blog Baru Kakakku Lanjut Baca »

Lomba Essay

Tema
Indonesia Tahun 2020
Peserta Lomba
Mahasiswa ITB
Syarat-syarat
1.     Naskah belum pernah diterbitkan/dipublikasikan sebelumnya.
2.     Mencantumkan tema dan judul naskah.
3.     Naskah diketik komputer dengan font Arial 11 atau Times News Roman 12, spasi baris 1,5  pt., ukuran kertas A4, Jumlah halaman minimal 3 dan maksimal 10.
4.     Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pengumpulan
harus dikemas dalam sebuah amplop yang berisi :
1.    Naskah essay
2.    Formulir data diri peserta + fotokopi KTM
Hadiah
Juara 1 : Rp 500.000,- + piagam
Juara 2 : Rp 400.000,- + piagam
Juara 3 : Rp 300.000,- + piagam
CP
Ricky (08562195414)
Lomba Gambar

Tema
Indonesia Tahun 2020
Kategori I
Peserta Lomba
Anak umur 9-12 tahun
Syarat-syarat
Menggambar di atas kertas gambar ukuran A3 dan diwarnai
(alat gambar bebas)
Pengumpulan
harus dikemas dalam sebuah amplop yang berisi :
1.    Gambar
2.    Formulir data diri peserta
Hadiah
Piala ,bingkisan, dan tabungan pendidikian untuk 3 pemenang utama
CP
Ricky (08562195414)
Kategori II
Peserta Lomba
Mahasiswa ITB
Syarat-syarat
Menggambar di atas kertas gambar ukuran A3
Pengumpulan
harus dikemas dalam sebuah amplop yang berisi :
1.    Gambar
2.    Formulir data diri peserta + fotokopi KTM
Hadiah
Juara 1 : Rp 500.000,- + piagam
Juara 2 : Rp 400.000,- + piagam
Juara 3 : Rp 300.000,- + piagam
CP
Ricky (08562195414)
Lomba Film Pendek

Tema
Indonesia Tahun 2020
Peserta Lomba
Mahasiswa dan masyarakat umum (1 mahasisiwa di tiap kelompok yang membuat film bersama ATAU perorangan (individual))
Syarat-syarat
1.      Mendaftarkan diri dan mengunduh formulir data peserta lewat website www.itbfair2010.com (tidak ada biaya pendaftaran)
2.      Bukan merupakan film dokumenter dan bukan merupakan kumpulan slide foto maupun video clip musik.
3.      Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
4.      Film yang diikutsertakan berdurasi 5 hingga 15 menit.
5.      Film yang diikutsertakan harus dalam format DVD.
6.      Bahasa yang dapat digunakan didalam keseluruhan film adalah bahasa Indonesia, bahasa asing maupun bahasa daerah. Jika menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah diwajibkan untuk mencantumkan terjemahan bahasa Indonesia.
7.      Peserta Kompetisi Film dapat merupakan sebuah kelompok (jumlah tidak dibatasi) yang terdiri dari beberapa orang  minimal 1 mahasisiwa di tiap kelompok yang membuat film bersama ATAU perorangan (individual)
8.      Setiap peserta yang terdaftar hanya boleh mengikutsertakan1 (satu) buah film saja.
9.      menyertakan sinopsis
Pengumpulan
harus dikemas dalam sebuah amplop yang berisi :
1.      Dvd master film yang diikusertakan dengan 1 buah copy
(total: 2 keping dvd)
2.      Formulir data peserta
Hadiah
Juara 1 : Rp 5.000.000,- + Piala + plakat + film diputar di ITB FAIR
Juara 2 : Rp 3.000.000,- + Plakat
Juara 3 : Rp 2.000.000,- + Plakat
CP
Eric (081910307956)
Kriteria Penilaian untuk seluruh lomba (lomba essay, gambar, dan film pendek):
1.      Keaslian/originalitas
2.      Kesesuaian tema
3.      Penyampaian informasi atau konsep
Keterangan lain:
1.      Seluruh lomba tidak ada biaya pendaftaran
2.      Seluruh lomba dibuka pada tanggal 23 November 2009 dan waktu pengumpulan naskah paling lambat tanggal 23 Januari 2010
3.      Pengumpulan seluruh lomba dapat dikirim melalui pos atau diantar langsung ke:
Ruang 28 CC Barat
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10
Bandung 40132
Jawa Barat
Jangan lupa ikut lombanya ya…
Ayo saatnya berKARYA !!!

Pada dasarnya semua orang yakin dengan kemampuan dirinya sendiri. Tapi kita terlalu takut untuk jujur dan mengatakan ‘YA, SAYA YAKIN’ akan hal tersebut sebelum diyakinkan oleh orang yang dekat dengan kita.

Itulah kehebatan teman.

GASIFIKASI PLASMA

Pengelolaan sampah telah menjadi permasalahan yang serius bagi setiap daerah di Indonesia. Telah tertanam dalam benak masyarakat bahwa penanggulangannya ialah dengan membuangnya. Namun, masalah baru muncul ketika sampah-sampah buangan sudah tidak dapat lagi ditampung karena habisnya lahan pembuangan sampah. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mampu menjawab permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang dapat digunakan ialah melalui teknologi gasifikasi plasma yang diperkenalkan di Indonesia oleh peneliti muda dalam bidang teknologi plasma, Dr.Anto Tri Sugiharto.

Sebelumnya, apa itu plasma? Plasma merupakan kondisi gas terionisasi yang terjadi di alam. Namun, plasma juga dapat dibuat yakni dengan metode electrical discharge. Metode ini dilakukan dengan menambahkan energi pada gas sehingga elektron terlucuti dari atom.

Gasifikasi plasma merupakan suatu metode efektif dalam menguraikan berbagai senyawa organik dan anorganik menjadi elemen-elemen dasar dari sebuah senyawa, sehingga elemen-elemen tersebut dapat digunakan kembali (reuse) dan didaur ulang (recycle).

Proses

Proses pertama yang dilakukan dalam gasifikasi plasma adalah sampah dimasukkan ke dalam konverter atau reaktor plasma. Reaktor plasma ini dioperasikan tanpa oksigen masuk ke dalam reaktor sehingga tidak terjadi pembakaran. Oleh karenanya, gasifikasi plasma tidak membakar sampah seperti halnya insinerator, melainkan mendekomposisi sampah ke dalam struktur dasarnya .

Selain reaktor plasma, diperlukan generator plasma untuk menyuplai panas yang dibutuhkan untuk menginisiasi proses gasifikasi dalam konverter dan mengatur temperatur konversinya. Temperatur yang dimiliki plasma dalam proses ini berkisar 5000ºC-8000ºC. Proses konversi ini dilakukan dalam suhu tinggi agar plasma dapat menguraikan sampah-sampah organik, cairan, dan kertas untuk berubah menjadi gas panas bertekanan dan menguraikan molekul senyawa organik menjadi senyawa dasar seperti gas CO2, dan H2.

Reaksi dalam proses

Umumnya terdapat tiga reaksi yang terjadi dalam gasifikasi plasma.

a. Reaksi pertama : Thermal Cracking

Pada proses ini molekul berukuran besar diuraikan menjadi gas (molekul yang lebih kecil dan lebih ringan). Hasil akhirnya menghasilkan hidrokarbon ringan seperti metana dan hidrogen.

b. Reaksi kedua : Oksidasi parsial

Proses ini dapat menghasilkan karbon monoksida, dan dengan proses oksidasi yang lebih rumit akan memberikan hasil akhir CO2 dan H2O.

c. Reaksi ketiga : Reforming

Merupakan kombinasi dari reaksi-reaksi yang berlangsung. Contoh, karbon dapat bereaksi dengan air menghasilkan CO dan H2 atau karbon bereaksi dengan CO2 menghasilkan dua molekul CO. Reaksi reforming ini memiliki kemungkinan membentuk fuel gas.

Hasil dan Manfaatnya

a. Syngas dan Uap

Proses konversinya menghasilkan syngas (synthetic gas) panas dengan kisaran suhu 1000¬¬ºC yang kaya akan CO2 dan H2 serta bahan yang tak dapat diuraikan lagi seperti logam dan gelas (kaca). Syngas kemudian masuk ke dalam tempat manajemen kualitas dari gas tersebut.

Syngas dapat digunakan sebagai untuk memproduksi listrik. Proses pembangkitan energi listrik mengacu pada kombinasi siklus pembangkitan tenaga sebab tenaga listrik yang dihasilkan diperoleh dari syngas dan uap yang terbentuk selama proses konversi berlangsung. Syngas yang bersih dan dingin kemudian disalurkan ke dalam peralatan pembangkit tenaga yang berhubungan seri dengan turbin uap. Dalam proses ini, listrik dibangkitkan petama kali.

Sisa pembakaran dari peralatan pembangkitan tenaga ini digunakan untuk menciptakan uap di ketel pengendali panas sisa pembakaran. Sisa pembakaran yang telah didinginkan dan ramah lingkungan dalam ketel tersebut kemudian dilepaskan ke udara. Kemudian uap yang dihasilkan dari proses gasifikasi dan yang berasal dari ketel pengendali panas sisa pembakaran itu dimasukkan ke dalam turbin uap untuk membangkitkan listrik lebih banyak. Sebagai bahan perbandingan, di Amerika pembangkit listrik jenis ini telah mampu mengolah sampah sebesar 30 juta ton setiap tahunnya dan mampu membangkitkan listrik sebesar 2816 Megawatt per jam.

b. Sampah non-organik

Produk lain dari proses gasifikasi plasma adalah sampah non-organik seperti logam. Logam akan mencair dan terkumpul di bagian dasar ruang pembakaran menjadi kerak sehingga dapat diambil dan digunakan kembali untuk industri logam atau campuran aspal.

Kelebihan Teknologi

Kelebihan dari gasifikasi plasma ialah teknologi ini dikenal sebagai teknologi bersih, di mana sisa akhir proses pengolahan kebanyakan merupakan syngas dan kerak logam yang sudah bukan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga umumnya aman dari zat-zat toksik.

Gasifikasi plasma merupakan teknologi yang menjanjikan dan efektif untuk proses pengolahan sampah. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi sarana membuat sampah menjadi benda yang bernilai ekonomis. Di samping itu, keberadaan teknologi ini diharap mampu menjadi solusi dari krisis energi di masa mendatang sebab mampu menghadirkan sampah sebagai sumber energi baru yang murah dan terbarukan.

Blog Baru Lho…

Halo…

Ini blog baru saya lho. Beralih nih dari blog yang lama. Kalo kamu tanya kenapa bikin blog baru? Karena nama blog kemarin kurang gampang diingat. Susah gitu repot juga nulisnya. Pakai nama asli lebih bagus, lebih dikenal orang jadinya. Hahaha.

Oke. Selamat membaca ya…